Pencurian

Pembobol Brankas UI Diduga Orang Dalam

Kompas.com - 28/09/2010, 11:20 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Uang Rp 250 juta yang terdapat dalam brankas milik Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia (UI) digondol kawanan maling. Kasusnya diduga terjadi beberapa hari lalu, tapi baru terungkap Senin (27/9/2010) pagi.

Kapolrestro Depok Kombes Fery Abraham saat dihubungi mengatakan, pencuri diduga masuk dengan cara merusak pintu ruangan lalu membongkar brankas. Uang yang hilang itu dalam bentuk mata uang asing, di antaranya 600 dollar AS, 70 dollar Australia, 1.500 euro, dan 1.200 yen.

"Hilangnya uang itu baru diketahui tadi pagi. Pencuriannya diduga terjadi hari Sabtu, dan itu terekam CCTV," kata Fery Abraham.

Namun,  muka pencuri tidak diketahui karena membelakangi kamera CCTV. Polisi menduga pencurian ini melibatkan orang dalam.

"Kemungkinan seperti itu ada, karena dari mana dia tahu ada uang di situ kalau bukan orang dalam," kata Fery Abraham.

Tiga anggota satpam telah diperiksa sebagai saksi dalam pengusutan kasus ini.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan Lingkungan Kampus Ul, Dadan Herwandi, Senin (27/9) menjelaskan, pembobolan brankas itu diduga terjadi pada Jumat (24/9) pagi. Adanya pencurian tersebut baru diketahui oleh petugas cleaning service hari Senin sekitar pukul 06.00.

Menurut Dadan, saat itu petugas tersebut melihat pintu darurat di samping gedung telah rusak. Petugas yang tidak disebutkan identitasnya itu curiga dan kemudian menyusuri jejak pencuri. Ternyata, arahnya ke ruang administrasi di lantai dua. Di tempat tersebut, pintu rusak dan brankas yang tersimpan di ruang itu hilang.

"Petugas clening service itu kemudian melapor. Lalu kami mengecek dan brankas memang telah hilang. Yang bikin kami heran ruangannya rapi, tidak acak-acakan seperti kalau ada pencurian pada umumnya," kata Dadan.

Petugas Ul yang menelusuri goresan bekas brankas di lantai menemukan brankas tersebut dalam keadaan terbuka di semak-semak belakang gedung Fakultas Keperawatan.

"Setelah kami melakukan penyelidikan dan melihat dari CCTV, pencurinya tiga orang. Badannya besar-besar. Mereka mengeluarkan brankas itu dengan cara menyeretnya. Setelah di luar gedung, uang dalam brankas itu diambil dan ketiga pencuri itu naik motor," kata Dadan.

Dia menambahkan, pada saat kejadian hanya dua anggota satpam yang bertugas. Seorang lagi absen karena sakit. Pada Jumat dini hari itu, seorang petugas berjaga jaga di depan dan seorang lagi berada di pos.

"Dilihat dari cara pencuri bekerja, diduga ada keterlibatan orang dalam. Para anggota satpam akan kami periksa dan satpam di Pusat Kesehatan Mahasiswa juga akan kami tanyai. Jika terbukti lalai, mereka akan diberi sanksi," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Ade Rahmat mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus pencurian tersebut. (dod)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau