YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Mahasiswa asal wilayah utara Kalimantan Timur yang menempuh pendidikan di Yogyakarta menggelar aksi keprihatinan di simpang Tugu, Yogyakarta, Kamis (30/9/2010) sore. Aksi itu menyikapi pecahnya pertikaian antarkomunitas yang terjadi di Kota Tarakan, Kalimantan Timur.
Para mahasiswa menggelar aksi di kawasan Tugu di bawah guyuran hujan pada pukul 15.30 selama sekitar 20 menit. Mereka membentangkan spanduk dan poster yang di antaranya bertuliskan "Hentikan Kekerasan di Bumi Paguntaka" dan "Anak-anakmu Perlu Damai, Bukan Pertikaian".
Koordinator aksi Ilham Zein, mengatakan, aksi ini digelar untuk menyikapi pertikaian yang meletus pada 27 September lalu. "Kami menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut yang menimbulkan rasa keprihatinan mendalam," katanya.
Akibat peristiwa itu, kedamaian di daerah asal mereka menjadi terkoyak dan membuat penderitaan bagi ribuan warga tak berdosa lainnya karena harus mengungsi dari rumah masing-masing. "Penyebab pertikaian itu adalah murni perbuatan kriminal sehingga kami menuntut agar para pelaku penyebab terjadinya pertikaian dihukum seberat-beratnya," kata Ilham.
Mahasiswa pun menyerukan kedua kubu yang bertikai untuk saling menahan diri dan menyerahkan penyelesaian masalah pada jalur hukum. "Penyelesaian harus dilakukan secara adil dan bermartabat," kata Ilham.
Demi menjamin keadaan tetap kondusif pascaperjanjian damai antarkedua belah pihak pada Rabu (29/9/2010) malam, pihak keamanan juga diminta menolak kehadiran unsur-unsur dari luar Tarakan yang tidak bertanggung jawab yang malah akan memperkeruh suasana. "Penyelesaian harus dilakukan oleh warga Tarakan sendiri," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang