Konflik dipasena

Pengurus P3UW Masih Ditahan

Kompas.com - 30/09/2010, 22:30 WIB

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Hingga Kamis (30/9) malam, Ketua Perhimpunan Petani Petambak Udang Windu (P3UW) Dipasena Nafian Faiz dan tiga pengurus P3UW lainnya masih ditahan untuk diperiksa oleh tim penyidik Kepolisian Daerah Lampung.

Pada siang harinya, sejumlah pengurus P3UW didampingi tim pengacara dan dua anggota DPRD Lampung masing-masing Farouk Danial dan Ketut Erawan mendatangi Markas Polda Lampung untuk meminta penangguhan penahanan.

Namun, penyidik belum mengabulkan permohonan ini dengan alasan para tersangka masih diperiksa. Kami kan tidak ingin seperti bapak dengan anak kecil. Anak meminta permen, harus dikabulkan saat ini juga . Hingga sekarang, pemeriksaan masih berjalan. Namun, pada intinya, surat (penangguhan) kami terima dan pertimbangkan ujar Komisaris Polisi Mahedi Surindra selaku ketua tim penyidik.

Farouk Danial mengatakan, tanpa mengintervensi proses hukum yang berjalan, ia memandang sebaiknya para pengurus P3UW ditangguhkan penahanannya. "Lha tersangka kasus makar dan korupsi saja bisa tidak ditahan kok. Kenapa mereka tidak? Yang namanya ditahan itu kan fakultatif, bukan wajib," ujarnya.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Polda Lampung Brigjen Pol Sulistyo Ishak mengungkapkan, keputusan penangguhan penahanan diserahkan kepada penyidik. Dirinya tidak berhak mengintervensi proses penyidikan yang tengah berlangsung. "Itu (penangguhan) bergantung kepada penyidik," ujarnya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau