JAKARTA, KOMPAS.com — Forum Pemuda Betawi merasa tersinggung dengan adanya kerusuhan yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini. Mereka menganggap kepolisian kurang melakukan upaya pencegahan dini terhadap kejadian-kejadian semacam itu.
Dalam sebulan terakhir, setidaknya ada empat insiden besar yang terjadi di wilayah Jabodetabek. Itu diawali dari penusukan pemuka agama HKBP Ciketing, Bekasi; kerusuhan antara dua kelompok di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan; hingga ledakan bom rakitan di Bekasi; dan tawuran di Menteng, Jakarta Pusat.
"Saya merasa tersinggung dengan adanya kerusuhan di tempat kita. Yang paling kita sesalkan, kerusuhan ini begitu kasat mata, terlihat mata," kata Ketua Umum Forum Pemuda Betawi, Rahmat HS, dalam sesi tanya jawab pada acara Silaturahim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dengan Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama di Balai Agung DKI Jakarta, Jumat (1/10/2010) malam.
Rahmat menilai, Polda Metro Jaya telah gagal melakukan langkah pencegahan dini terhadap kejadian-kejadian tersebut. Ia juga menilai polisi lemah dalam menghadapi kejadian-kejadian tak terduga seperti itu.
"Jangan bangga dulu polisi menangkap teroris karena posisinya menyerang. Coba kalau diserang?" tanya Rahmat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Polda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo mengakui, pihaknya tak luput dari kekurangan dalam memprediksi insiden. Ia mengatakan, dalam beberapa kasus, sangat sulit mendeteksi potensi kerusuhan-kerusuhan seperti itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang