Bentrok di pn jaksel

Polisi Jangan Bangga Tangkap Teroris

Kompas.com - 01/10/2010, 22:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Forum Pemuda Betawi merasa tersinggung dengan adanya kerusuhan yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini. Mereka menganggap kepolisian kurang melakukan upaya pencegahan dini terhadap kejadian-kejadian semacam itu.

Dalam sebulan terakhir, setidaknya ada empat insiden besar yang terjadi di wilayah Jabodetabek. Itu diawali dari penusukan pemuka agama HKBP Ciketing, Bekasi; kerusuhan antara dua kelompok di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan; hingga ledakan bom rakitan di Bekasi; dan tawuran di Menteng, Jakarta Pusat.

"Saya merasa tersinggung dengan adanya kerusuhan di tempat kita. Yang paling kita sesalkan, kerusuhan ini begitu kasat mata, terlihat mata," kata Ketua Umum Forum Pemuda Betawi, Rahmat HS, dalam sesi tanya jawab pada acara Silaturahim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dengan Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama di Balai Agung DKI Jakarta, Jumat (1/10/2010) malam.

Rahmat menilai, Polda Metro Jaya telah gagal melakukan langkah pencegahan dini terhadap kejadian-kejadian tersebut. Ia juga menilai polisi lemah dalam menghadapi kejadian-kejadian tak terduga seperti itu.

"Jangan bangga dulu polisi menangkap teroris karena posisinya menyerang. Coba kalau diserang?" tanya Rahmat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Polda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo mengakui, pihaknya tak luput dari kekurangan dalam memprediksi insiden. Ia mengatakan, dalam beberapa kasus, sangat sulit mendeteksi potensi kerusuhan-kerusuhan seperti itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau