Perundingan

Presiden Palestina Kumpulkan "Peluru"

Kompas.com - 02/10/2010, 22:19 WIB

KOMPAS.com - Optimisme tetap membuncah di dada Presiden Palestina Mahmood Abbas. Menghadapi perundingan dengan Israel kembali, ia memang butuh "peluru" baru demi meloloskan kepentingan rakyatnya itu. Makanya, ia pun, sebagaimana catatan media massa AP dan AFP pada Sabtu (2/10/2010), bertemu dengan para pemimpin Palestina lainnya. Agendanya, menemukan solusi-solusi paling anyar terkait proses perdamaian dengan Israel.

Jadwal perundingan sementara tertunda karena Israel menolak memperpanjang pembekuan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Sementara, Abbas menyadari kemungkinan akan menghadapi sejumlah pernyataan keras dari para pemimpin PLO. Di sisi lain, Palestina harus menarik diri dari pembicaraan kecuali bila Israel menyepakati pembekuan pemukiman. Media Israel dan Amerika menyebutkan Netanyahu menolak tawaran Amerika atas sejumlah bantuan dengan imbalan perpanjangan moratorium pembangunan permukiman selama dua jam.

Moratorium sepuluh bulan pembangunan rumah baru di permukiman Yahudi berakhir seminggu lalu. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu -yang menghadapi tekanan dari kelompok sayap kanan di pemerintahnya- masih belum menjawab tuntutan masyarakat internasional untuk memperpanjang moratorium pembangunan.

Pada sisi lain, utusan khusus Amerika George Mitchell dan juru runding dari Eropa mengunjungi Timur Tengah untuk mencoba mencari jalan tengah bagi kedua belah pihak, namun upaya itu belum menunjukkan hasil. Sebelumnya, Mitchell dan Abbas mengadakan pertemuan selama dua jam di Ramallah, Kamis lalu.

Israel menduduki Tepi Barat sejak perang Timur Tengah pada 1967 dengan menempatkan sekitar 500.000 warga di lebih dari 100 pemukiman yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional. Tetapi Israel menyangkal.

Sekitar 2,5 juta warga Palestina tinggal di Tepi Barat.

Hamas yang menguasai Jalur Gaza namun tidak terlibat dalam pembicaraan dengan Israel mendesak Mahmood Abbas untuk menarik diri dari pembicaraan.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau