Bambang hendarso danuri:

Calon Kapolri Tetap Nanan dan Imam

Kompas.com - 04/10/2010, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah-tengah kabar bahwa ada calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia di luar yang diajukan ke Presiden, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menegaskan, tak ada perubahan dalam pencalonan Bhayangkara 1 tersebut. "Insya Allah tidak (ada perubahan)," kata Kapolri kepada para wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/10/2010), ketika ditanya apakah ada perubahan di luar dua nama yang diajukan.

Seperti diberitakan, dua perwira tinggi Polri yang diajukan adalah Komjen Nanan Sukarna dan Komjen Imam Sudjarwo. Lantas, apa tanggapan Anda soal munculnya kabar bahwa Kabareskrim Komjen Ito Sumardi dicalonkan sebagai Kapolri? Bambang Hendarso Danuri tak menjawabnya secara tegas.

"Itu kan sistem, kami ajukan dua (nama). Kalau ada yang muncul, ya, silakan saja. Tapi, sistem tetap kami ajukan dua. Kami tinggal menunggu arahan dari Bapak Presiden. Ketika ditanya langkahnya jika kedua calon tersebut ditolak, Kapolri meminta masyarakat agar tak berandai-andai. "Tolong jangan mengada-ada. Jangan berandai-andai. Kita menunggu saja keputusan akhir dari Bapak Presiden. Kita tunggu saja, ya," ujarnya.

Seperti diberitakan pula, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam akun Twitter-nya, Minggu (3/10/2010), menyebutkan, "Nama-nama calon Kapolri yang beredar tidak 'diasuransikan'. Yang akan jadi adalah 'yang tidak banyak' diperbincangkan. Yang penting adalah yang terbaik!"

Senada dengan Anas, Wakil Ketua DPR Pramono Anung juga menulis di akun Twitter-nya, "Dari siang banyak ditanya tentang calon Kapolri yang akan diserahkan. Kalau benar nama tersebut, bisa mengejutkan publik."

Pramono memberikan petunjuk, calon Kapolri tersebut dua kali menjadi kapolda di Sumatera dan sebelumnya pernah menjadi Kapolwiltabes Surabaya.

Menilik para pejabat Polri yang kini berbintang tiga, hanya Ito Sumardi yang sesuai dengan petunjuk Pramono. Ito pernah menjabat Kapolwiltabes Surabaya tahun 2001 hingga 2003. Ia juga dua kali bertugas sebagai kapolda di Sumatera, yakni Kapolda Sumatera Selatan (2006-2008) dan Kapolda Riau (2005-2006).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau