Kasus gayus

Gayus: Cirus Minta Saya Tetap Konsisten

Kompas.com - 04/10/2010, 17:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa Gayus Halomoan Tambunan mengatakan, setelah rekayasa kasusnya terbongkar pada Maret 2010 , ia pernah diminta Haposan Hutagalung untuk berkumpul di kantor Haposan di Gedung Patra Jasa, Kuningan, Jakarta Selatan. Saat itu, ikut hadir Andi Kosasih dan Lambertus Palang Ama.

Dikatakan Gayus, Haposan tidak ada dikantornya saat itu. Setelah itu, Lambertus ditelepon oleh Haposan. Tak lama Lambertus menyerahkan ponselnya kepada Gayus. Saat itu, Gayus mengaku malah berbicara dengan jaksa Cirus Sinaga. "Saya disuruh ngomong konsisten jangan berubah," ucap Gayus seusai sidang dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin ( 4/10/2010 ).

Kemudian, Gayus lalu menyerahkan ponsel Lambertus ke Andi Kosasih. Menurut Gayus, Andi juga diminta hal yang sama. Gayus mengaku tidak tahu dari mana Cirus dan Haposan menelpon. "Mereka bersama-sama disuatu tempat. Saya ngga tau dimana," kata Gayus.

Anda diminta Cirus tetap konsisten pada perjanjian kerjasama pengadaan tanah di Jakarta Utara jika nanti diperiksa penyidik?, "Kira-kira begitu," jawab Gayus.

Menurut Gayus, dalam pertemuan di Kantor Haposan berikutnya, Haposan juga pernah meminta agar ia tetap konsisten pada kronologis rekayasa. Haposan juga meminta agar Gayus menyebut memberi uang fee sebagai lawyer sebesar Rp 800 juta jika diperiksa penyidik. Andi Kosasih yang ikut dalam pertemuan mengakui hal itu. "Memang saya dengar," kata Andi saat bersaksi hari ini.

Seperti diberitakan, mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji pertama kali mengungkap kasus itu awal Maret 2010 . Susno menyebut adanya beberapa jenderal yang menerima uang pasca blokir rekening Rp 28 miliar dibuka penyidik Bareskrim Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau