PKB Bentuk Juru Damai Konflik

Kompas.com - 05/10/2010, 17:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk tim khusus pengendali tindak kekerasan sebagai bentuk rasa simpati terhadap kondisi kerukunan masyarakat yang terancam perpecahan dan konflik horisontal di berbagai daerah.

"Kami prihatin tentang tindak kekerasan yang terjadi di negara kita yang akhir-akhir ini semakin gencar dan semarak menambah problem negeri. Padahal Indonesia punya tradisi saling menghargai, sehingga PKB berkepentingan membentuk khusus juru damai atau satgas perdamaian," ujar anggota Dewan Syuro PKB, KH Mudjib Khudori, Selasa (5/10/2010), di DPP PKB, Jakarta.

Ia mengungkapkan tim nantinya akan bertindak sebagai juru islah kepada kelompok bertikai dengan pendekatan persuasif agar tidak terjadi lagi konflik horisontal. "Pendekatan bisa dengan cara pendekatan kultur dengan personal sehingga dialog bisa berlangsung lancar," ujar Mudjib.

Selain mengatasi konflik agar tercipta perdamaian, satgas perdamaian juga akan bertugas dalam melakukan tindakan preventif dengan cara mengembangkan toleransi bersama dan saling menghargai sebagai satu bentuk kepribadian Indonesia.

"Di agama mana pun, budaya kita juga tidak ada menghalalkan tindak kekerasan bunuh membunuh apabila ada beda pendapat. Untuk meredam konflik ini, memang harus ada yang mengalah. Tapi bukan mengalah itu untuk kalah," ujarnya.

Tim ini, ujar Mudjib, berusaha mengajak semua pihak yang bertikai tentang masalah etnis suku dan keyakinan agar kembali pada perdamaian keutuhan NKRI dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. "Upaya kita yang dilakukan itu pasti berdialog mengubah pola pikir mereka yang mau menggunakan kekerasan," ujar Mudjib.

Terkait kasus-kasus yang akan menjadi prioritas pembahasan tim, Mudjib mengaku belum ada prioritas untuk kasus manapun, semua kasus yang mengandung kekerasan seperti yang menimpa Ahmadiyah ataupun kasus Ampera akan dibahas tim. "Semuanya akan coba kita bahas dulu dalam tim apa yang akan kita mulai," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau