JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk tim khusus pengendali tindak kekerasan sebagai bentuk rasa simpati terhadap kondisi kerukunan masyarakat yang terancam perpecahan dan konflik horisontal di berbagai daerah.
"Kami prihatin tentang tindak kekerasan yang terjadi di negara kita yang akhir-akhir ini semakin gencar dan semarak menambah problem negeri. Padahal Indonesia punya tradisi saling menghargai, sehingga PKB berkepentingan membentuk khusus juru damai atau satgas perdamaian," ujar anggota Dewan Syuro PKB, KH Mudjib Khudori, Selasa (5/10/2010), di DPP PKB, Jakarta.
Ia mengungkapkan tim nantinya akan bertindak sebagai juru islah kepada kelompok bertikai dengan pendekatan persuasif agar tidak terjadi lagi konflik horisontal. "Pendekatan bisa dengan cara pendekatan kultur dengan personal sehingga dialog bisa berlangsung lancar," ujar Mudjib.
Selain mengatasi konflik agar tercipta perdamaian, satgas perdamaian juga akan bertugas dalam melakukan tindakan preventif dengan cara mengembangkan toleransi bersama dan saling menghargai sebagai satu bentuk kepribadian Indonesia.
"Di agama mana pun, budaya kita juga tidak ada menghalalkan tindak kekerasan bunuh membunuh apabila ada beda pendapat. Untuk meredam konflik ini, memang harus ada yang mengalah. Tapi bukan mengalah itu untuk kalah," ujarnya.
Tim ini, ujar Mudjib, berusaha mengajak semua pihak yang bertikai tentang masalah etnis suku dan keyakinan agar kembali pada perdamaian keutuhan NKRI dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. "Upaya kita yang dilakukan itu pasti berdialog mengubah pola pikir mereka yang mau menggunakan kekerasan," ujar Mudjib.
Terkait kasus-kasus yang akan menjadi prioritas pembahasan tim, Mudjib mengaku belum ada prioritas untuk kasus manapun, semua kasus yang mengandung kekerasan seperti yang menimpa Ahmadiyah ataupun kasus Ampera akan dibahas tim. "Semuanya akan coba kita bahas dulu dalam tim apa yang akan kita mulai," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang