Sisminbakum

Yusril: Jaksa Tidak Relevan Nilai Saksi

Kompas.com - 06/10/2010, 13:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka dugaan kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum Yusril Ihza Mahendra, mengatakan, jaksa tidak berhak menilai relevansi saksi yang diajukannya. Biar pengadilan yang memutuskan.

"Biar nanti di pengadilan saja. Biar pengadilan yang memanggil saya," kata Yusril kepada para wartawan di depan Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (6/10/2010), sesaat sebelum menjalani pemeriksaan.

Seperti diberitakan, Yusril mengajukan beberapa nama saksi ahli yang dinilai akan meringankan, seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, dan mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Kepala Dinas Penerangan dan Hukum (Kadispenkum) Kejaksaan Agung Babul Khoir lantas mengatakan bahwa saksi ahli yang diajukan Yusril tidak relevan.

"Saksi meringankan itu saya yang menilai. Kalau dianggap tidak akan meringankan, buat apa saya ajukan? Jadi, saksi ahli meringankan yang saya ajukan bukan untuk dinilai lagi oleh jaksa. Itu adalah hak saya untuk mengajukan saksi meringankan. Kewajiban jaksa adalah memanggil yang bersangkutan," katanya.

Yusril menambahkan, hingga saat ini saksi-saksi tersebut memang belum dipanggil. Pasalnya, saksi ahli tersebut baru dipanggil ketika proses pemeriksaan terhadap dirinya telah selesai. Yusril juga menegaskan, pengajuan saksi ahli meringankan ini juga atas permintaan jaksa di Kejagung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau