Banjir jakarta

500 Rumah di Cipinang Melayu Terendam

Kompas.com - 09/10/2010, 13:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk yang kesekian kalinya, sekitar 500 rumah di RW 03 dan RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, kembali diterjang banjir, Sabtu (9/10/2010). Banjir diakibatkan meluapnya Kali Sunter yang melintasi pemukiman warga.

Air mulai menggenangi pemukiman warga sejak Sabtu sekitar pukul 01.00. Dan pagi ini air sudah mencapai satu setengah meter atau setinggi dada orang dewasa.

Selain itu banjir juga menggenangi sekitar 100 rumah di RW 4, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramatjati sejak Sabtu dini hari.

Ketua RW 04, Cipinang Melayu, Erwan mengatakan, ada 6 RT di RW 04 yang terendam banjir sejak Sabtu dini hari kemarin. Enam RT tersebut yakni RT 01sampai RT 06. Sedikitnya ada 300 kepala keluarga di enam RT tersebut.

Sementara untuk RW 03 ada 5 RT yang terendam banjir yakni RT 11 sampai RT 15. Sedikitnya ada 200 rumah di 5 RT di RW 03 yang terendam banjir.

Erwan mengatakan, sebagian besar warga masih tetap bertahan di rumah mereka atau di lantai dua rumah mereka karena yakin air akan cepat surut.

Walaupun begitu ada sebagian warga yang sudah mengungsi di masjid Nurul Iman, Cipinang Melayu.

Menurut Erwan, pihak kelurahan saat ini telah membuka posko pengobatan gratis di Pos RW 04.

Erwan mengatakan, berkali-kali warga mendesak pemerintah kota untuk melakukan normalisasi Kali Sunter, namun sama sekali tidak ditanggapi.

Dia menjelaskan, banjir juga disebabkan pintu air BKT yang merupakan saluran air dari Kali Sunter belum dibuka maksimal. Kedepan warga mendesak agar normalisasi Kali Sunter dilakukan.

"Tapi untuk saat ini, kita harap pintu air BKT yang merupakan saluran air Kali Sunter dibuka maksimal," ungkap Erwan.

Menurut Erwan, jika normalisasi tidak dilakukan juga, maka setiap ada hujan besar di Depok dan Bogor, maka permukiman di wilayahnya akan kena banjir.

Sementara banjir juga menggenangi sekitar seratus rumah warga di RW 04, Kelurahan Duku, Kramatjati, Jakarta Timur. Didi, salah seorang warga mengatakan, air sejak Sabtu dini hari mencapai sepinggang orang dewasa. "Sampai pagi ini, tidak ada tanda-tanda air akan surut," katanya.

Wilayah yang terkena banjir ada di RT 09 dan RT 11 di RW 04. Menurut Didi, banjir yang terjadi akibat meluapnya Kali Cipinang yang melewati permukiman warga. (Budi SL Malau)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau