Laga persahabatan

Australia Bekuk Paraguay, Jepang Puji Keajaiban Zaccheroni

Kompas.com - 10/10/2010, 03:34 WIB

Sydney, Sabtu - Saat Indonesia dihujani tujuh gol oleh Uruguay, dua tim asal konfederasi Asia lainnya, Australia dan Jepang, mencatatkan hasil gemilang dengan masing-masing mengalahkan tim Amerika Latin, Paraguay dan Argentina. Australia membekuk Paraguay, 1-0, Sabtu (9/10), sementara sehari sebelumnya Jepang menumbangkan juara dunia dua kali, Argentina, 1-0.

Bek Blackpool, David Carney, menjadi penentu kemenangan Australia dengan gol pada menit ke-53. Carney memanfaatkan bola rebound sebuah tendangan bebas untuk menaklukkan kiper lawan, Diego Barreto. Australia mendominasi pertandingan, tetapi masih kurang tenang dalam penguasaan bola.

Paraguay sering mendapatkan tekanan dari tuan rumah, tetapi pertahanan mereka sangat terorganisasi, membendung ancaman penyerang Harry Kewell dan Tim Cahill. Peluang terbesar tim tamu untuk mencetak gol datang pada menit ke-75 saat pemain pengganti, Edgar Benitez, sudah menaklukkan penjaga gawang Mark Schwarzer. Namun, bek Australia berhasil membuang bola di garis gawang.

Hasil itu melanjutkan awal positif pelatih baru Australia, Holger Osieck, yang mencatatkan dua kemenangan dan satu hasil imbang dari tiga laga perdana dengan permainan menyerang. Australia menerapkan strategi menyerang, tetapi kondisi lapangan Stadion Sydney Football yang licin membuat mereka kesulitan memperbesar kemenangan.

Schwarzer, yang ditunjuk menjadi kapten dan terpilih sebagai pemain terbaik Australia tahun ini, jarang mendapatkan ujian dari para penyerang Paraguay. Penjaga gawang berusia 38 tahun asal klub Fulham itu hanya dua kali harus melakukan penyelamatan sepanjang pertandingan. ”Kami terus menyerang, bermain sepak bola atraktif, dan berhasil menang,” kata Schwarzer.

Dengan Kewell, Cahill, Josh Sutherland, dan Jason Culina mendapat penjagaan ketat, Carney yang akhirnya mencetak gol kemenangan bagi tuan rumah. ”Saya hanya menendangnya dengan keras dan bola melengkung membuat kiper mereka tertipu,” ujar Carney. ”Saya harap bisa tampil lebih baik pada pertandingan mendatang.”

Barreto dipaksa bekerja keras sebelum akhirnya takluk oleh tendangan Carney.

Kewell mengatakan, ia puas dengan permainan Australia. ”Kami bekerja sangat keras dan banyak menciptakan peluang, terutama dari set piece,” ujar Kewell. ”Semua hal positif itu adalah tendangan yang bagus dari Carney.”

Jepang gembira

Sementara itu, pelatih baru Jepang, Alberto Zaccheroni, meminta para pemainnya lebih percaya diri setelah meraih kemenangan mengejutkan atas Argentina, 1-0, pada pertandingan perdananya sebagai pelatih.

”Keajaiban Zac; Perubahan luar biasa! Kejutan luar biasa!”, demikian judul harian olahraga Sports Nippon Saturday setelah Jepang mencatatkan kemenangan pertama atas Argentina.

”Banyak pemain kami memiliki kualitas, tetapi mereka tak menyadarinya,” kata Zaccheroni. ”Saya berharap kemenangan ini akan membuat para pemain lebih percaya diri dengan potensi mereka. Tujuan kami bukan hanya mengalahkan Argentina. Masih banyak yang perlu dibenahi dengan Piala Dunia 2014 sebagai tujuan.”

Pelatih berusia 57 tahun asal Italia itu, yang menangani sejumlah klub Serie A, tetapi belum pernah melatih tim nasional, ditunjuk menjadi pelatih Jepang seusai Piala Dunia 2010. Dalam pertandingan persahabatan di Saitama, Jepang berhasil membendung serangan Argentina yang dipimpin oleh Lionel Messi dan melakukan 15 kali tendangan ke gawang, dua kali lebih banyak dibandingkan dengan Argentina.

Striker Shimizu S-Pulse, Shinji Okazaki, mencetak gol kemenangan pada menit ke-19 dengan tendangan voli memanfaatkan bola rebound dari kiper Sergio Romero setelah mengeblok bola tendangan Makoto Hasebe.

”Saya melihat bagaimana tim berekspresi di lapangan seperti yang saya inginkan saat latihan,” ujar Zaccheroni.

Harian Sankei Shimbun juga menyebut kemenangan itu ”keajaiban Zacchenori”. Menurut harian itu, gaya permainan Zaccheroni memberikan harapan bagi Jepang untuk mendapatkan hasil yang kian bagus. (Afp/ray)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau