Sydney, Sabtu -
Bek Blackpool, David Carney, menjadi penentu kemenangan Australia dengan gol pada menit ke-53. Carney memanfaatkan bola
Paraguay sering mendapatkan tekanan dari tuan rumah, tetapi pertahanan mereka sangat terorganisasi, membendung ancaman penyerang Harry Kewell dan Tim Cahill. Peluang terbesar tim tamu untuk mencetak gol datang pada menit ke-75 saat pemain pengganti, Edgar Benitez, sudah menaklukkan penjaga gawang Mark Schwarzer. Namun, bek Australia berhasil membuang bola di garis gawang.
Hasil itu melanjutkan awal positif pelatih baru Australia, Holger Osieck, yang mencatatkan dua kemenangan dan satu hasil imbang dari tiga laga perdana dengan permainan menyerang. Australia menerapkan strategi menyerang, tetapi kondisi lapangan Stadion Sydney Football yang licin membuat mereka kesulitan memperbesar kemenangan.
Schwarzer, yang ditunjuk menjadi kapten dan terpilih sebagai pemain terbaik Australia tahun ini, jarang mendapatkan ujian dari para penyerang Paraguay. Penjaga gawang berusia 38 tahun asal klub Fulham itu hanya dua kali harus melakukan penyelamatan sepanjang pertandingan. ”Kami terus menyerang, bermain sepak bola atraktif, dan berhasil menang,” kata Schwarzer.
Dengan Kewell, Cahill, Josh Sutherland, dan Jason Culina mendapat penjagaan ketat, Carney yang akhirnya mencetak gol kemenangan bagi tuan rumah. ”Saya hanya menendangnya dengan keras dan bola melengkung membuat kiper mereka tertipu,” ujar Carney. ”Saya harap bisa tampil lebih baik pada pertandingan mendatang.”
Barreto dipaksa bekerja keras sebelum akhirnya takluk oleh tendangan Carney.
Kewell mengatakan, ia puas dengan permainan Australia. ”Kami bekerja sangat keras dan banyak menciptakan peluang, terutama dari
Sementara itu, pelatih baru Jepang, Alberto Zaccheroni, meminta para pemainnya lebih percaya diri setelah meraih kemenangan mengejutkan atas Argentina, 1-0, pada pertandingan perdananya sebagai pelatih.
”Keajaiban Zac; Perubahan luar biasa! Kejutan luar biasa!”, demikian judul harian olahraga
”Banyak pemain kami memiliki kualitas, tetapi mereka tak menyadarinya,” kata Zaccheroni. ”Saya berharap kemenangan ini akan membuat para pemain lebih percaya diri dengan potensi mereka. Tujuan kami bukan hanya mengalahkan Argentina. Masih banyak yang perlu dibenahi dengan Piala Dunia 2014 sebagai tujuan.”
Pelatih berusia 57 tahun asal Italia itu, yang menangani sejumlah klub Serie A, tetapi belum pernah melatih tim nasional, ditunjuk menjadi pelatih Jepang seusai Piala Dunia 2010. Dalam pertandingan persahabatan di Saitama, Jepang berhasil membendung serangan Argentina yang dipimpin oleh Lionel
Striker Shimizu S-Pulse, Shinji Okazaki, mencetak gol kemenangan pada menit ke-19 dengan tendangan voli memanfaatkan bola
”Saya melihat bagaimana tim berekspresi di lapangan seperti yang saya inginkan saat latihan,” ujar Zaccheroni.
Harian