Ini Lho Makna di Balik Angka 10 pada Pernikahan Indra Bekti

Kompas.com - 10/10/2010, 13:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Presenter Indra Bekti akhirnya resmi melepas masa lajangnya dengan mempersunting kekasihnya Adilla Jelita pada hari yang terbilang unik: 10.10.2010. Mas kawinnya pun 10 dinar. 

Nah, kata Daily Mail, konon hari ini disebut-sebut sebagai salah satu hari keberuntungan pada abad ini.  Para numerologis menyatakan angka-angka 10 sempurna berturut-turut itu bukan cuma terjadi setiap seratus tahun, tapi "saat yang ampuh untuk lahir kembali".

Di Inggris, terdaftar 31.050 pasangan yang menikah pada tanggal ini, dan jumlah pengantin itu 10 kali lipat dibandingkan hari Minggu biasa.

Pasangan lainnya berencana melahirkan bayi mereka lewat operasi Caesar pada hari tersebut dengan harapan anak mereka diberkahi keberuntungan.

Di Dubai, salah satu rumah sakit membolehkan 10 calon ibu memilih hari kelahiran bayi mereka yang akan dilakukan lewat operasi Cesar.

Di China, upacara pernikahaan antara jam 10 pagi hingga 10 pagi lewat 10 menit sudah dipesan berbulan-bulan sebelumnya. Di Las Vegas, Amerika Serikat, hotel-hotel menyediakan paket pernikahan 10.10.10.

Sonia Ducie, penulis buku Numerology: Your Personal Guide For Life mengemukakan bahwa angka 10 sangatlah kuat, dan makin kuat karena ditulis berulang kali sesuai tanggal.

"Sepuluh adalah angka kebijaksanaan, karena memuat semua kandungan angka satu hingga sembilan." "Angka satu pada 10.10.10 artinya semua soal fokus, arah baru, energi besar dan kelahiran kembali."

"Ini adalah hari yang tepat untuk membulatkan tekad ikut tes wawancara (lamaran kerja) karena angka ini membantu anda mencapai tujuan," katra Ducie.

Soal utak-atik angka merupakan hal yang diminati Matt Parker, ahli matematika di Queen Mary’s College, University of London. Awalnya, dia terpukau dengan tanggal ketika dia ikut wisata sekolah 21 tahun lalu,

"Aku dapat mengingat tempat saya berada pada 11.45 malam 6 Juli 1989, atau 23.45.6.7.89. Menarik sekali. Tepat saat itu saya berhenti sejenak, dan saat itulah saya ingin jadi ahli matematika," katanya.

Parker mengatakan bahwa manusia tampaknya punya hasrat akan keteraturan. " Kita menyukai pola-pola dan otak kita sudah terbentuk untuk menemukan pola-pola itu."

Ahli matematika itu yakin manusia mengembangkan kemampuan menemukan pola untuk mengalahkan dunia yang penuh bahaya dan tak dapat diduga.

Zaman dahulu, orang dengan segera dapat memahami bahwa tanaman dapat tumbuh subur jika benih ditanam pada waktu tertentu.

"Peradaban kita terbangun oleh kemampuan kita dalam menemukan berbagai pola lalu menyadari bahwa pola itu dapat kita manfaatkan."

Nah, percaya atau tidak, terserah Anda. Daily Mail menyarankan agar Anda menggunakan kesempatan hari ini - kalau tidak, - Anda terpaksa menunggu seratus tahun lagi untuk mencapai 10 Oktober 2110. Mungkin hanya sedikit dari kita yang bisa mencapai tanggal itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau