Resep Belanda Pukul Swedia

Kompas.com - 12/10/2010, 03:44 WIB

AMSTERDAM, SENIN - Belanda telah memegang resep untuk melumpuhkan Swedia pada kualifikasi Piala Eropa 2012 Grup E di Stadion Amsterdam Arena, Selasa (12/10) atau Rabu dini hari WIB. Resep itu, menurut bek John Heitinga, yakni mengunci mati striker jangkung Swedia, Zlatan Ibrahimovic.

”Zlatan adalah striker besar, tinggi, dan juga atletis serta penuh skill,” kata Heitinga. ”Dia bukan lagi Zlatan yang pernah menjadi rekan saya di Ajax. Dia telah berkembang di Italia dan saat ini bisa menjadi penentu di timnya.”

Untuk menguncinya, Heitinga menyebutkan, bek-bek harus kuat dan cerdas dalam menjinakkan striker AC Milan itu. Stadion Arena sudah tak asing bagi Ibrahimovic karena ia memperkuat Ajax yang bermarkas di stadion itu sebelum bertualang ke Italia, Spanyol, dan ke Italia lagi.

Di klub barunya, AC Milan, Ibrahimovic mencetak lima gol dari tujuh laga. Pada kualifikasi Piala Eropa 2012, ia menyumbang dua gol saat Swedia melipat San Marino 6-0, September lalu.

Swedia menang dalam dua laga awal. Mereka akan bersaing dengan Belanda, yang telah tiga kali tampil dan selalu menang, dalam mempertahankan catatan kemenangan 100 persen.

Mesin gol Huntelaar

Selain mengunci Ibrahimovic, resep lain yang diracik Belanda adalah mengoptimalkan striker Klaas-Jan Huntelaar, mesin gol tim ”Oranye” yang kini menjadi pencetak gol terbanyak di babak kualifikasi ini lewat enam gol dari tiga pertandingan.

Mantan striker Ajax yang kini bergabung Schalke itu telah mengoleksi 22 gol dari 39 laga internasional atau dua gol terpaut di bawah koleksi Marco van Basten (24 gol). Rekor pencetak gol terbanyak di timnas Belanda dipegang Patrick Kluivert.

Huntelaar jadi pilihan utama Pelatih Bert van Marwijk setelah Robin van Persie cedera. Bersama Arjen Robben, Van Persie masuk daftar enam pemain cedera Belanda. Gelandang Nigel de Jong tak dipanggil dan posisinya bisa diisi Rafael van der Vaart.

Duet Crouch-Rooney

Pada laga di Grup G, Inggris tidak diperkuat striker Darren Bent yang cedera pangkal paha. Ia pemain Inggris keempat yang cedera setelah Aaron Lennon, Phil Jagielka, dan John Terry. Penggantinya, Peter Crouch, akan berduet dengan Wayne Rooney di ujung tombak.

Bek tengah Rio Ferdinand bakal mengambil alih ban kapten dari Steven Gerrard. Pelatih Inggris Fabio Capello mengingatkan timnya agar mewaspadai striker Montenegro, Mirko Vucinic, pencetak gol kemenangan atas Swiss 1-0, Jumat lalu. ”Ia sangat berbahaya, ia bunga mutiara mereka,” kata Capello.

Di Grup I, Spanyol—satu dari delapan tim yang meraup poin maksimal dari laga-laga awal— dijamu Skotlandia. Pelatih Spanyol Vicente del Bosque belajar dari pengalaman lawan Lituania yang menyulitkan dan memaksa tim ”Matador” bermain lebih dengan gaya ortodoks.

”Mereka mempersempit lapangan dan kami kesulitan menerima bola,” kata Del Bosque. ”Kami berusaha bermain passing satu-dua, tetapi gol-gol kami lahir dari tiga umpan silang.” Spanyol memukul Lituania 3-1.

Tim lain yang berambisi mempertahankan kemenangan 100 persen adalah Jerman. Mereka bertandang ke Kazakhstan. Pelatih Joachim Loew memperkirakan gelandang Mesut Oezil bisa tampil setelah dililit cedera lutut ringan. Jika gagal pulih tepat pada waktunya, Oezil akan diganti Toni Kroos, Cacau, atau Marko Marin dengan peluang terbesar pada Marin.

Tim lain yang berusaha memperpanjang kemenangan adalah Austria, yang dijamu Belgia, lalu Belanda, Swedia, dan Norwegia.

(AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau