Transportasi di jakarta

Edan, Jumlah Perjalanan 20,7 Juta/Hari

Kompas.com - 12/10/2010, 09:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah kemacetan di Ibu Kota merupakan masalah utama yang harus segera diselesaikan Pemprov DKI Jakarta bersama-sama dengan pemerintah pusat. Salah satu yang menjadi agenda penting dalam upaya mengatasi kemacetan, yakni dengan menekan serta mengendalikan jumlah kendaraan pribadi.

Untuk itu, diperlukan langkah ekstra cepat dan berani yang harus diambil Pemprov DKI bersama-sama dengan pemerintah pusat dalam mengurai kemacetan di Ibu Kota.

Langkah ekstra cepat dan berani sangat diperlukan. Sebab, berdasarkan data Polda Metro Jaya, hingga Mei lalu, jumlah perjalanan di Jakarta mencapai 20,7 juta perjalanan per hari.

Jumlah itu terbagi menjadi sebanyak 850.000 perjalanan per hari dari Tangerang, 600.000 perjalanan per hari dari Depok, dan 550.000 perjalanan per hari dari Bekasi. Sisanya, 18,7 juta per hari dari seluruh wilayah DKI.

Tingginya jumlah perjalanan itu di antaranya 44 persen perjalanan dilayani kendaraan pribadi dan 56 persen sisanya dilayani angkutan umum.

Adapun jumlah kendaraan bermotor di DKI pada tahun 2009 lalu mencapai 6,5 juta unit terdiri dari 98,6 persen kendaraan pribadi atau 6,4 juta unit, dan angkutan umum 1,4 persen atau 88,477 unit. Tahun ini, jumlah kendaraan mencapai 11 juta unit terdiri dari, 3 juta unit kendaraan bermotor roda empat dan 8 juta unit kendaraan bermotor roda dua.

Ironisnya, kepadatan lalu lintas yang tinggi itu belum diimbangi pertumbuhan jalan di Jakarta yang saat ini rasio pertambahannya hanya 0,01 persen per tahun. Karena itu, langkah mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi menjadi sangat penting dilakukan mengingat angka pertumbuhan kendaraan pribadi rata-rata dalam 5 tahun terakhir sebanyak 10 persen per tahun. Atau angka pertumbuhan mobil per hari mencapai 240 unit dan sepeda motor sebanyak 890 unit per hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau