Terorisme

Dapat Rp 50.000 Tiap Keluarkan Amunisi

Kompas.com - 12/10/2010, 15:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hidayat, staf gudang senjata dan amunisi Polri yang terletak di Cipinang, Jakarta Timur, mengaku mendapatkan Rp 50.000 setiap kali dirinya diminta membungkus peluru oleh Briptu Tatang Mulyadi (34), yang mendapatkan pesanan amunisi dan senjata untuk Sofyan Tsauri.

"Saya takut, Pak, makanya saya enggak bertanya," tutur Hidayat saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (12/10/2010).

Hidayat pun mengaku sadar bahwa permintaan Tatang adalah bukan hal yang patut karena untuk mengeluarkan amunisi atau senjata harus menunjukkan surat perintah terlebih dahulu, yang tidak dimiliki Tatang. Namun, rasa segannya terhadap anggota Polri itu membuatnya urung bertanya.

Hal yang sama juga dituturkan staf gudang lainnya, Wurdjanto, yang mengaku segan untuk bertanya kepada Tatang mengapa peluru-peluru itu harus dibungkus, tidak sesuai dengan prosedur. Sama seperti Hidayat, ia juga menerima uang Rp 50.000 dari Tatang.

Setiap kali dimintai bantuan, Hidayat mengaku membungkus setidaknya 500 butir peluru menggunakan kertas koran yang diplakban. Mengaku setidaknya sudah lima kali dimintai bantuan, ia pun memastikan bahwa paling tidak sudah sekitar 2.500 butir peluru yang dibungkusnya.

Tatang Mulyadi bekerja sebagai staf perbaikan senjata di gudang senjata Polri, Cipinang, Jakarta Timur. Bersama rekan kerjanya, Abdi Tunggal, mereka telah memasok hingga 19.999 butir peluru kepada Sofyan Tsauri.

Peluru yang dibungkus Dayat dan Wurdjantoro adalah pesanan dari Sofyan Tsauri, yang kemudian akan ia kirim kepada kelompok teroris di Aceh. Senjata dan peluru itu rencananya akan digunakan untuk Fa'i, yaitu perampokan yang hasilnya guna mendanai pergerakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau