Pembakar Kereta Diburu

Kompas.com - 14/10/2010, 03:51 WIB

Lebak, Kompas - Hingga Rabu (13/10), polisi terus mengejar pelaku utama pembakaran 24 kereta di Stasiun Besar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Sejauh ini polisi sudah mengantongi tiga nama yang diduga terkait kasus tersebut. Seorang di antaranya sudah ditangkap.

Penuturan Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigadir Jenderal Polisi Agus Kusnadi, hingga Selasa menjelang tengah malam polisi sudah memeriksa 19 saksi.

”Salah satunya saya anggap saksi kunci karena dia memberikan keterangan yang mengarah kepada pelaku. Sementara ini yang teridentifikasi ada tiga orang,” kata Agus.

Agus mengatakan, rangkaian kereta di Stasiun Besar Rangkasbitung itu diduga dibakar. Hal ini ditunjukkan dari laporan sementara hasil laboratorium forensik mengenai adanya tiga titik api yang berasal dari arang yang mengandung bensin.

”Pada jalur 3, 4, dan 6 bisa teridentifikasi. Sedangkan pada jalur 5 tidak teridentifikasi karena terbakar sempurna. Mudah-mudahan secepatnya kami bisa mengambil (pelaku) yang bersangkutan. Identitasnya ada di kantong saya,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Lebak Ajun Komisaris Besar Widoni Fedri mengatakan, informasi mengenai motif pembakaran kereta tersebut masih menunggu tertangkapnya pelaku. ”Inisial ketiga orang tersebut adalah EK, EO, dan TP. EK sudah kami amankan dan menjalani pemeriksaan, sedangkan EO dan TP masih kami kejar,” kata Widoni.

Penuturan Widoni, selama pemeriksaan, EK yang residivis ini masih mengelak. ”Status EK kami akan cross check, yang jelas pada saat situasi (kebakaran) terjadi, yang bersangkutan ada di sekitar Stasiun Rangkasbitung,” katanya.

Widoni mengatakan, sehari-hari EK berprofesi sebagai tukang ojek. Adapun salah satu dari dua orang yang masih dikejar polisi disebutkan sebagai pencopet, sedangkan satunya lagi belum diketahui profesinya.

Ditanya apakah ada kemungkinan ketiga orang tersebut merupakan orang bayaran, Widoni mengatakan hasil penyelidikan polisi belum semaksimal itu.

Terlambat

Keterlambatan jadwal keberangkatan kereta di Stasiun Besar Rangkasbitung masih terjadi, menyusul belum dipindahkannya rangkaian kereta yang terbakar pada Senin subuh lalu. Lama keterlambatan bervariasi antara belasan menit dan satu jam dari jadwal.

Dari lima jadwal keberangkatan kereta pada pagi hari, hanya rangkaian kereta dengan jadwal keberangkatan pukul 04.10 yang berangkat tepat waktu. Sementara itu, kereta yang harusnya berangkat pukul 04.50 baru berangkat pukul 05.15.

Kepala Stasiun Besar Rangkasbitung Suratman mengatakan, keterlambatan ini karena harus menunggu kedatangan tiga rangkaian kereta yang malam sebelumnya harus menginap di Stasiun Citeras, Jambu, dan Catang. (CAS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau