Penuturan Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigadir Jenderal Polisi Agus Kusnadi, hingga Selasa menjelang tengah malam polisi sudah memeriksa 19 saksi.
”Salah satunya saya anggap saksi kunci karena dia memberikan keterangan yang mengarah kepada pelaku. Sementara ini yang teridentifikasi ada tiga orang,” kata Agus.
Agus mengatakan, rangkaian kereta di Stasiun Besar Rangkasbitung itu diduga dibakar. Hal ini ditunjukkan dari laporan sementara hasil laboratorium forensik mengenai adanya tiga titik api yang berasal dari arang yang mengandung bensin.
”Pada jalur 3, 4, dan 6 bisa teridentifikasi. Sedangkan pada jalur 5 tidak teridentifikasi karena terbakar sempurna. Mudah-mudahan secepatnya kami bisa mengambil (pelaku) yang bersangkutan. Identitasnya ada di kantong saya,” kata Agus.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Lebak Ajun Komisaris Besar Widoni Fedri mengatakan, informasi mengenai motif pembakaran kereta tersebut masih menunggu tertangkapnya pelaku. ”Inisial ketiga orang tersebut adalah EK, EO, dan TP. EK sudah kami amankan dan menjalani pemeriksaan, sedangkan EO dan TP masih kami kejar,” kata Widoni.
Penuturan Widoni, selama pemeriksaan, EK yang residivis ini masih mengelak. ”Status EK kami akan cross check, yang jelas pada saat situasi (kebakaran) terjadi, yang bersangkutan ada di sekitar Stasiun Rangkasbitung,” katanya.
Widoni mengatakan, sehari-hari EK berprofesi sebagai tukang ojek. Adapun salah satu dari dua orang yang masih dikejar polisi disebutkan sebagai pencopet, sedangkan satunya lagi belum diketahui profesinya.
Ditanya apakah ada kemungkinan ketiga orang tersebut merupakan orang bayaran, Widoni mengatakan hasil penyelidikan polisi belum semaksimal itu.
Keterlambatan jadwal keberangkatan kereta di Stasiun Besar Rangkasbitung masih terjadi, menyusul belum dipindahkannya rangkaian kereta yang terbakar pada Senin subuh lalu. Lama keterlambatan bervariasi antara belasan menit dan satu jam dari jadwal.
Dari lima jadwal keberangkatan kereta pada pagi hari, hanya rangkaian kereta dengan jadwal keberangkatan pukul 04.10 yang berangkat tepat waktu. Sementara itu, kereta yang harusnya berangkat pukul 04.50 baru berangkat pukul 05.15.
Kepala Stasiun Besar Rangkasbitung Suratman mengatakan, keterlambatan ini karena harus menunggu kedatangan tiga rangkaian kereta yang malam sebelumnya harus menginap di Stasiun Citeras, Jambu, dan Catang.