Pasukan Inggris asuhan Fabio Capello tampil mengecewakan di depan pendukungnya, ditahan imbang 0-0 oleh Montenegro, yang sementara memimpin Grup G dengan perolehan 10 poin, unggul selisih gol dari Inggris. Bek Inggris, Rio Ferdinand, menyesalkan banyaknya peluang yang terbuang pada pertandingan itu.
”Ini pertandingan yang seharusnya kami menangi,” kata kapten Inggris ini. Setelah hasil sempurna di tiga laga sebelumnya, Capello kembali menuai kecaman karena dinilai gagal memperbaiki permainan Inggris.
Juara dunia Spanyol berjuang mati-matian mengalahkan Skotlandia yang bermain penuh semangat. Spanyol unggul dua gol, tetapi tuan rumah mampu menyamakan kedudukan di Hampden Park. Fernando Llorente menjadi pahlawan ”La Furia Roja” dengan gol penentu kemenangan, tiga menit setelah masuk menggantikan David Silva.
Kemenangan 3-2 itu memastikan juara Spanyol memenangi seluruh laga kualifikasi sejak 2007 saat ditahan imbang Eslandia. David Villa membuka gol buat Spanyol lewat titik penalti disusul gol Andres Iniesta. Gol Steven Naismith dan gol bunuh diri Gerard Pique memberikan Skotlandia harapan sebelum gol Llorente.
Hasil sempurna dibukukan finalis Piala Dunia 2010, Belanda, yang mengalahkan Swedia, 4-1. Jan Klaas Huntelaar dan Ibrahim Afellay masing-masing mencetak dua gol bagi tuan rumah.
Jerman, tim yang permainannya semakin mengilap, juga bukan lawan sepadan bagi Kazakhstan di Grup A. Miroslav Klose, Mario Gomez, dan Lukas Podolski mencetak gol saat menang dengan skor 3-0, yang membuat mereka mengumpulkan poin sempurna, 12, lima poin di atas Austria yang imbang 4-4 lawan Belgia.
Pelatih Jerman Joachim Loew gembira dengan kemenangan itu. ”Kami memiliki 12 poin dan berada di posisi bagus. Saya tidak bisa meminta lebih,” kata Loew.
Sayangnya, laga seru di sejumlah kota diwarnai kerusuhan yang mengakibatkan laga Italia lawan Serbia di Genoa ditunda. Holiganisme menunjukkan ancamannya saat suporter Serbia melemparkan kembang api ke tengah lapangan saat laga berlangsung enam menit.
Menyusul penundaan selama sekitar 30 menit, wasit asal Skolandia, Craig Thomson, menghentikan laga saat penjaga gawang Italia, Emiliano Viviano, terkena lemparan kembang api. Sebanyak 17 orang ditahan. UEFA menyelidiki insiden itu dan Serbia terancam sanksi dikeluarkan dari kualifikasi Piala Eropa atau tidak boleh ikut turnamen pada masa depan.
Tanda-tanda kerusuhan terlihat sejak sebelum laga saat kiper Serbia, Vladimir Stojkovic, diserang suporternya sendiri. Pelatih Italia Cesare Prandelli mengungkapkan, para pemain Serbia terlihat ketakutan. ”Saya belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya,” ujar Prandelli.
”Kerusuhan sepertinya diorganisasi. Sebelum laga kiper Serbia ke ruang ganti kami, bukan hanya takut bermain, ia juga takut pulang ke rumah, ia tidak tahu apa-apa,” lanjut Prandelli. (reuters/ray)