Lesu di Inggris, Rusuh di Italia

Kompas.com - 14/10/2010, 04:36 WIB

London, Rabu - Laga kualifikasi Piala Eropa 2012, Selasa (12/10), memunculkan drama di dalam dan luar lapangan. Inggris diimbangi Montenegro, Spanyol mengalahkan Skotlandia, Belanda menghancurkan Swedia, sementara laga Italia lawan Serbia ditunda karena kerusuhan suporter.

Pasukan Inggris asuhan Fabio Capello tampil mengecewakan di depan pendukungnya, ditahan imbang 0-0 oleh Montenegro, yang sementara memimpin Grup G dengan perolehan 10 poin, unggul selisih gol dari Inggris. Bek Inggris, Rio Ferdinand, menyesalkan banyaknya peluang yang terbuang pada pertandingan itu.

”Ini pertandingan yang seharusnya kami menangi,” kata kapten Inggris ini. Setelah hasil sempurna di tiga laga sebelumnya, Capello kembali menuai kecaman karena dinilai gagal memperbaiki permainan Inggris.

Juara dunia Spanyol berjuang mati-matian mengalahkan Skotlandia yang bermain penuh semangat. Spanyol unggul dua gol, tetapi tuan rumah mampu menyamakan kedudukan di Hampden Park. Fernando Llorente menjadi pahlawan ”La Furia Roja” dengan gol penentu kemenangan, tiga menit setelah masuk menggantikan David Silva.

Kemenangan 3-2 itu memastikan juara Spanyol memenangi seluruh laga kualifikasi sejak 2007 saat ditahan imbang Eslandia. David Villa membuka gol buat Spanyol lewat titik penalti disusul gol Andres Iniesta. Gol Steven Naismith dan gol bunuh diri Gerard Pique memberikan Skotlandia harapan sebelum gol Llorente.

Hasil sempurna dibukukan finalis Piala Dunia 2010, Belanda, yang mengalahkan Swedia, 4-1. Jan Klaas Huntelaar dan Ibrahim Afellay masing-masing mencetak dua gol bagi tuan rumah.

Jerman, tim yang permainannya semakin mengilap, juga bukan lawan sepadan bagi Kazakhstan di Grup A. Miroslav Klose, Mario Gomez, dan Lukas Podolski mencetak gol saat menang dengan skor 3-0, yang membuat mereka mengumpulkan poin sempurna, 12, lima poin di atas Austria yang imbang 4-4 lawan Belgia.

Pelatih Jerman Joachim Loew gembira dengan kemenangan itu. ”Kami memiliki 12 poin dan berada di posisi bagus. Saya tidak bisa meminta lebih,” kata Loew.

Rusuh

Sayangnya, laga seru di sejumlah kota diwarnai kerusuhan yang mengakibatkan laga Italia lawan Serbia di Genoa ditunda. Holiganisme menunjukkan ancamannya saat suporter Serbia melemparkan kembang api ke tengah lapangan saat laga berlangsung enam menit.

Menyusul penundaan selama sekitar 30 menit, wasit asal Skolandia, Craig Thomson, menghentikan laga saat penjaga gawang Italia, Emiliano Viviano, terkena lemparan kembang api. Sebanyak 17 orang ditahan. UEFA menyelidiki insiden itu dan Serbia terancam sanksi dikeluarkan dari kualifikasi Piala Eropa atau tidak boleh ikut turnamen pada masa depan.

Tanda-tanda kerusuhan terlihat sejak sebelum laga saat kiper Serbia, Vladimir Stojkovic, diserang suporternya sendiri. Pelatih Italia Cesare Prandelli mengungkapkan, para pemain Serbia terlihat ketakutan. ”Saya belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya,” ujar Prandelli.

”Kerusuhan sepertinya diorganisasi. Sebelum laga kiper Serbia ke ruang ganti kami, bukan hanya takut bermain, ia juga takut pulang ke rumah, ia tidak tahu apa-apa,” lanjut Prandelli. (reuters/ray)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau