BANGKOK, KAMIS
Dalam sebuah rapat jarak jauh dengan Partai Puea Thai, lewat sambungan video, mantan miliarder bisnis telekomunikasi itu menawarkan bantuannya dalam perang jajak pendapat (politik) pada pemilu mendatang.
”Dia mengaku siap memberi saran tentang berbagai masalah ekonomi sekaligus nasihat kepada para kandidat sepanjang masa kampanye. Dia juga bersedia memberi saran soal kebijakan politik partai,” ujar juru bicara Partai Puea Thai, Prompong Nopparit.
Sesuai ketentuan hukum PM Abhisit Vejjajiva sudah harus menggelar pemilu sebelum akhir tahun 2011.
Saat masih memerintah, Thaksin, yang sekarang melarikan diri demi menghindari ancaman hukuman penjara dalam kasus korupsi, sebelumnya memiliki dukungan besar masyarakat miskin pinggiran Thailand. Namun, pada tahun 2006 Thaksin dikudeta oleh militer Thailand. Dia juga terancam penjara akibat dituduh korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan selama menjabat.
Thaksin, yang sekarang berusia 61 tahun, hidup dalam pelarian di luar negeri. Dari sana dia terus menggerakkan para pendukungnya, yang menamakan dirinya kelompok ”Kaus Merah”, untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintahan PM Abhisit.
Sejumlah aksi unjuk rasa jalanan mereka gelar secara besar-besaran, seperti yang terjadi pada April dan Mei lalu.
Pengadilan Thailand telah mengeluarkan sejumlah surat penangkapan atas Thaksin atas tuduhan mendalangi aksi terorisme ketika aksi unjuk rasa yang digelar kelompok itu berubah menjadi aksi berdarah yang memakan banyak korban jiwa. Thaksin dituduh bertanggung jawab karena mendanai berbagai aksi kekerasan yang berubah menjadi aksi kerusuhan itu.
Thaksin, yang juga mantan pemilik klub sepak bola Inggris, Manchester United, membantah semua tuduhan tadi.
Lebih lanjut, sejumlah pakar yakin Thaksin belum akan menyerah dan bakal terus melanjutkan ambisi politiknya, termasuk dengan menjalankan peran oposisi di belakang layar.
”Saya tidak terkejut jika Thaksin ingin tetap aktif di politik,” ujar Pavin Chachavalpongpun, pakar Thailand di Institute of Southeast Asian Studies di Singapura.
Menurut Pavin, sosoknya sebagai pahlawan Kaus Merah semakin pudar menyusul tuduhan teroris oleh pemerintah. Dia disalahkan atas berbagai aksi kekerasan yang memakan korban dalam unjuk rasa berdarah oleh kelompok Kaus Merah.
”Dia ingin kembali ke ranah politik di Thailand. Sebaiknya Thailand membuka kesempatan seluas mungkin untuknya. Rekonsiliasi tidak akan bisa sukses tanpa melibatkan dia,” ujar Pavin. (AFP/DWA)