Thailand

Thaksin Tingkatkan Aktivitas Politiknya

Kompas.com - 15/10/2010, 03:48 WIB

BANGKOK, KAMIS - Setahun menjelang pemilihan umum di Thailand, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra diyakini berupaya terus meningkatkan aktivitas politiknya dari pengasingannya di luar negeri.

Dalam sebuah rapat jarak jauh dengan Partai Puea Thai, lewat sambungan video, mantan miliarder bisnis telekomunikasi itu menawarkan bantuannya dalam perang jajak pendapat (politik) pada pemilu mendatang.

”Dia mengaku siap memberi saran tentang berbagai masalah ekonomi sekaligus nasihat kepada para kandidat sepanjang masa kampanye. Dia juga bersedia memberi saran soal kebijakan politik partai,” ujar juru bicara Partai Puea Thai, Prompong Nopparit.

Sesuai ketentuan hukum PM Abhisit Vejjajiva sudah harus menggelar pemilu sebelum akhir tahun 2011.

Saat masih memerintah, Thaksin, yang sekarang melarikan diri demi menghindari ancaman hukuman penjara dalam kasus korupsi, sebelumnya memiliki dukungan besar masyarakat miskin pinggiran Thailand. Namun, pada tahun 2006 Thaksin dikudeta oleh militer Thailand. Dia juga terancam penjara akibat dituduh korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan selama menjabat.

Thaksin, yang sekarang berusia 61 tahun, hidup dalam pelarian di luar negeri. Dari sana dia terus menggerakkan para pendukungnya, yang menamakan dirinya kelompok ”Kaus Merah”, untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintahan PM Abhisit.

Sejumlah aksi unjuk rasa jalanan mereka gelar secara besar-besaran, seperti yang terjadi pada April dan Mei lalu.

Pengadilan Thailand telah mengeluarkan sejumlah surat penangkapan atas Thaksin atas tuduhan mendalangi aksi terorisme ketika aksi unjuk rasa yang digelar kelompok itu berubah menjadi aksi berdarah yang memakan banyak korban jiwa. Thaksin dituduh bertanggung jawab karena mendanai berbagai aksi kekerasan yang berubah menjadi aksi kerusuhan itu.

Thaksin, yang juga mantan pemilik klub sepak bola Inggris, Manchester United, membantah semua tuduhan tadi.

Lebih lanjut, sejumlah pakar yakin Thaksin belum akan menyerah dan bakal terus melanjutkan ambisi politiknya, termasuk dengan menjalankan peran oposisi di belakang layar.

”Saya tidak terkejut jika Thaksin ingin tetap aktif di politik,” ujar Pavin Chachavalpongpun, pakar Thailand di Institute of Southeast Asian Studies di Singapura.

Menurut Pavin, sosoknya sebagai pahlawan Kaus Merah semakin pudar menyusul tuduhan teroris oleh pemerintah. Dia disalahkan atas berbagai aksi kekerasan yang memakan korban dalam unjuk rasa berdarah oleh kelompok Kaus Merah.

”Dia ingin kembali ke ranah politik di Thailand. Sebaiknya Thailand membuka kesempatan seluas mungkin untuknya. Rekonsiliasi tidak akan bisa sukses tanpa melibatkan dia,” ujar Pavin. (AFP/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau