Tubuh Bugar, Seks Terus Berkobar

Kompas.com - 16/10/2010, 17:04 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com — Kajian para ilmuwan menyatakan, mereka yang selalu menjaga kebugaran cenderung mempunyai dorongan seksual yang lebih tinggi. Kesimpulan itu didapat setelah para ahli meneliti hubungan antara latihan fisik dan kepribadian.

Menurut Dr Peter Biro dari pusat penelitian ekologi dan evolusi University of South Wales, Sydney, Australia, mereka yang "fanatik dengan kebugaran" juga lebih agresif dan dominan dalam pergaulan sosial.

Ia mengatakan, banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mereka yang memiliki tingkat metabolisme lebih tinggi dan cenderung lebih banyak berlatih fisik mempunyai pola perilaku tertentu, termasuk di dalamnya memiliki dorongan seksual yang tinggi.

"Kita sering beranggapan bahwa orang yang berbadan atletis pasti berperilaku agresif dan dominan dalam lingkungan sosial. Sementara orang yang lebih tenang dan canggung sebagai orang aneh yang patuh. Ini memang bentuk generalisasi, tetapi banyak orang akan sepakat dengan kesimpulan itu," ungkap Dr Biro.

Dalam artikelnya yang dimuat dalam Jurnal Trends in Ecology and Evolution, Biro mengatakan, kesimpulannya itu muncul setelah meneliti hubungan antara perilaku dan tingkat metabolisme pada sejumlah serangga, burung, dan binatang lain.

Metabolisme merupakan sebuah proses kimia di dalam tubuh yang bertujuan untuk mengubah makanan menjadi energi. "Binatang yang berada di dalam kandang sering menunjukkan perilaku yang menghabiskan energi ketika mereka diberikan makanan yang tidak terbatas," Dr Biro menjelaskan.

"Tikus yang berada dalam sangkar, misalnya, berlatih dengan berlari di atas roda, sementara binatang lain di kebun binatang tampak suka berlari mondar-mandir dalam kandang mereka. Mengingat binatang itu tidak perlu banyak bergerak mencari makan seperti biasa mereka lakukan di alam, kita mungkin bertanya mengapa mereka 'berolah raga'?" ulas Dr Biro.

"Penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa perilaku seperti itu mungkin berhubungan dengan kapasitas setiap binatang untuk menghasilkan energi, atau yang disebut kapasitas metabolisme," tukas Dr Biro.

Ia mengambil contoh pada jangkrik.

"Jangkrik jantan dengan dorongan seksual cenderung mengerik untuk lebih menarik perhatian pasangannya dan serangga itu juga mempunyai tingkat metabolisme yang lebih tinggi," papar Dr Biro.

Metabolisme dan agresivitas juga berhubungan. Contohnya, pada beberapa jenis burung dan ikan yang mempunyai tingkat metabolisme lebih tinggi akan cenderung menyerang binatang lain yang bermetabolisme lebih lamban.

Sementara itu, Chris Jones, kepala bidang psikologi pada Nuffield Health, mengatakan, meski terdapat hubungan langsung antara latihan fisik dan dorongan seksual, juga terdapat hubungan antara berlatih fisik secara teratur dengan tingkat testosteron dan adrenalin dalam tubuh.

"Ada bukti ilmiah yang menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah testosteron dan adrenalin pada laki-laki dan perempuan akan meningkatkan libido," kata Jones.

"Yang menarik adalah, berlatih fisik juga mengatasi masalah menurunnya libido," ia menambahkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau