JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi akan mengerahkan 19.000 personel untuk mengamankan unjuk rasa memperingati satu tahun kepemimpinan SBY-Boediono, Rabu (20/10/2010).
"Sebanyak 19.000 personel akan dikerahkan amankan aksi unjuk rasa 20 Oktober 2010. Jumlah yang diterjunkan nanti tidak diturunkan serentak. Nanti dilihat perkembangan lebih lanjut di lapangan," kata Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, kepada wartawan, Selasa (19/10/2010).
Menurut Boy, jumlah personel disesuaikan dengan hakekat ancaman di lapangan. "Personel disiagakan siap di tempat-tempat daerah satuan cadangan," ungkap Boy.
Polisi akan disiagakan mengamankan sejumlah tempat penting, seperti di depan gedung MPR/DPR, depan Istana Negara, depan Kantor Kementerian Tenaga Kerja, depan Gedung KPK, di Bundaran Hotel Indonesia, serta beberapa tempat sentra ekonomi dan obyek-obyek vital.
Untuk aksi unjuk rasa nanti, polisi akan menerapkan prosedur tetap pengendalian massa, sesuai peraturan Kapolri No 16 tahun 2006. "Kalau nanti situasinya menjadi anarki, Prosedur Tetap No 1 tahun 2010 tentang pengendalian aksi anarki bisa diterapkan. Tapi, kami lihat dulu secara tegas dan terukur," ucap Boy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang