KOMPAS.com — Team Principal Renault, Eric Boullier, mengakui bahwa mereka tetap kesulitan untuk mengalahkan Mercedes GP dalam perburuan peringkat empat klasemen konstruktor Formula 1 2010. Meskipun demikian, Boullier tetap menaruh harapan agar tim yang bermarkas di Enstone tersebut tetap bertarung hingga akhir musim.
Balapan F1 2010 tersisa tiga seri lagi dan Renault berada di urutan kelima dengan poin terpaut 43 dari rival terdekatnya itu. Jika ingin menggeser Mercedes, maka Renault tak punya pilihan selain tampil agresif di Korea, Brasil, dan Abu Dhabi sehingga bisa berada di belakang tiga tim (Red Bull Racing, Ferrari, dan McLaren) yang sedang bertarung mengejar gelar juara dunia.
Adalah kehilangan poin vital dengan gagal mencetak angka di Jepang yang membuat Renault semakin kesulitan untuk mewujudkan ambisinya mengejar Mercedes. Boullier mengakui hal tersebut, walaupun masih tetap menyimpan sedikit asa lantaran masih ada kemungkinan terjadi hal-hal di luar dugaan.
"Dengan hanya tersisa tiga seri balapan, kami sekarang sudah sulit untuk naik lagi. Namun, ini adalah F1 dan segala sesuatu bisa saja terjadi," ujarnya. "Kami sangat menghormati Mercedes sebagai kompetitor. Mereka merupakan tim juara bertahan dan juga sudah tangguh di putaran kedua. Di sana mereka menggunakan kesempatan yang ada dengan semaksimal mungkin."
"Namun, meskipun kami tak mampu melewatinya, kami tetap senang dengan prestasi tahun ini. Dari poin rendah 20 bulan lalu, kami adalah tim dengan perubahan paling banyak pada tahun 2010, dan di putaran kedua kami sudah bertarung untuk memperebutkan posisi di grid depan. Itu adalah penghargaan terhadap kualitas orang yang ada di Enstone."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang