Unjuk rasa

Demonstran Diimbau Tak Anarki

Kompas.com - 19/10/2010, 22:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana aksi demo memperingati satu tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang akan berlangsung pada Rabu (20/10/2010) akan mendapatkan pengawalan ketat dari Polda Metro Jaya dan Satpol PP DKI Jakarta.

Para peserta aksi unjuk rasa diimbau tidak melakukan aksi anarki atau apa pun yang dapat mengganggu ketertiban umum. Jika kedapatan melakukan aksi anarki, maka para peserta harus menanggung konsekuensinya, yakni berurusan dengan pihak berwajib dan akan dijerat pasal pidana.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto meminta para pendemo juga tidak melakukan pencurian atau merusak sarana dan prasarana kota yang ada. Sarana dan prasarana kota merupakan aset daerah yang dibangun dengan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

“Sayang kan kalau sarana dan prasarana kota yang telah dibangun dengan baik untuk memperindah kota justru dirusak begitu saja. Itu namanya membuang uang rakyat yang terkumpul melalui pajak,” ujar Prijanto seusai menerima kunjungan Tim Pemantau dan Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan RI di Balaikota, Selasa (19/10/2010).

Prijanto meminta agar para warga yang akan menyampaikan aspirasinya dapat melakukannya melalui cara-cara yang sopan, santun, dan tidak memprovokasi. Bagaimanapun, keamanan dan ketertiban Kota Jakarta berada di tangan warganya.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Effendi Anas mengungkapkan, untuk menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah DKI Jakarta dalam menghadapi aksi demo memperingati satu tahun kepemimpinan SBY-Boediono, pihaknya menyiapkan 800 personel.

Sebanyak 300 personel akan terkonsentrasi di gedung Balaikota, dan masing-masing 100 personel di lima wilayah kota. “Jadi, totalnya sebanyak 800 personel untuk menjaga kamtibmas di Ibu Kota besok,” ungkap Effan, sapaan akrab Effendi Anas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau