Penculik Bermotif Facebook Ditangkap

Kompas.com - 21/10/2010, 12:25 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi dari Polsek Lengkong, Bandung, Rabu (20/10/2010) malam, menangkap tersangka penculik Devi Permatasari (13), siswi SMP 28 Kota Bandung. Tersangka pelaku ditangkap di rumah orang tuanya saat bersama korban penculikan tersebut.

Kapolsektabes Lengkong AKP Philemon Ginting, di Bandung, Kamis, mengatakan, tersangka bernama Taufik Hidayat alias Reno ditangkap di Dusun Majasari, Kecamatan Pegaden, Kabupaten Subang. Saat menangkap Taufik, polisi menyamar sebagai anggota keluarga Devi.

Menurut Philemon, Polsek Lengkong menerima laporan penculikan Devi dari orang tua korban pada 6 Oktober. Menurut hasil pemeriksaan polisi, Taufik membawa Devi berpindah-pindah kota selama hampir 15 hari sejak 5 Oktober.

Menurut polisi, Taufik Hidayat (21) memanfaatkan situs jejaring sosial Facebook untuk berkenalan dengan Devi. Dalam situs jejaring itu, Taufik menggunakan nama Reno. Berawal dari perkenalan tersebut, Taufik alias Reno bertemu lalu membawa Devi ke Cilacap, Yogyakarta, dan berakhir kembali di Pegaden, Subang.

"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Tersangka Taufik diancam hukuman 15 tahun penjara, karena mempunyai motif ingin menguasai Devi," kata Kapolsektabes Lengkong.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau