JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Bahasyim Assifie membantah kesaksian Cendani Kusuma Phoe di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2010), perihal penyerahan slip penarikan uang senilai Rp 1 miliar. Cendani adalah karyawan Kartini Mulyadi, komisaris salah satu perusahaan yang diduga diperas oleh Bahasyim.
Saat bersaksi, Cendani mengaku pernah diminta Kartini membuat slip penarikan senilai Rp 1 miliar. Dia juga mengaku diminta Kartini mengantarkan Bahasyim ke Bank BCA di lantai 1 Gedung Bina Mulia, Jakarta Selatan. Kartini berkantor di lantai 5 di gedung yang sama. Sebelum meninggalkan bank, Cendani menyerahkan slip ke teller. "Terus saya tinggal," kata dia.
Menanggapi kesaksian itu, Bahasyim mengaku pernah mendatangi kantor Kartini. Namun, mantan Inspektur Bidang Kinerja Kelembagaan di Bappenas itu membantah bersama-sama Cendani ke teller. Ia mengaku berpisah di lantai 1. "Saya langsung pulang," katanya.
Bahasyim membantah bahwa ia yang memindahkan uang Rp 1 miliar ke rekening milik keluarganya. Tanpa menjelaskan untuk keperluan apa, menurut Bahasyim, uang itu dikirimkan Kartini langsung ke rekening salah satu putrinya. "Uang itu untuk anak saya," ucap dia.
Mendengar perbedaan keterangan, Didik Setyo Handono selaku Ketua Majelis Hakim lalu bertanya kepada Cendani, "Apakah saudara tetap pada keterangan awal?"
Cendani menjawab, "Tetap".
Seperti diberitakan, Bahasyim didakwa memeras Cendani pada 3 Februari 2005. Saat itu, Bahasyim menjabat Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Jakarta Tujuh. Dalam dakwaan, Kartini menyanggupi permintaan Bahasyim agar perusahaannya tidak diganggu.
Menurut jaksa penuntut umum, setelah Cendani menyerahkan slip penarikan ke teller, Bahasyim mengisi slip formulir setoran tunai senilai Rp 1 miliar lalu menyerahkan ke teller. Setelah itu, teller memindahkan uang senilai Rp 1 miliar dari rekening Kartini ke rekening atas nama istri Bahasyim, Sri Purwanti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang