Kasus pemerasan

Bahasyim Bantah Tarik Rp 1 Miliar

Kompas.com - 21/10/2010, 18:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Bahasyim Assifie membantah kesaksian Cendani Kusuma Phoe di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2010), perihal penyerahan slip penarikan uang senilai Rp 1 miliar. Cendani adalah karyawan Kartini Mulyadi, komisaris salah satu perusahaan yang diduga diperas oleh Bahasyim.

Saat bersaksi, Cendani mengaku pernah diminta Kartini membuat slip penarikan senilai Rp 1 miliar. Dia juga mengaku diminta Kartini mengantarkan Bahasyim ke Bank BCA di lantai 1 Gedung Bina Mulia, Jakarta Selatan. Kartini berkantor di lantai 5 di gedung yang sama. Sebelum meninggalkan bank, Cendani menyerahkan slip ke teller. "Terus saya tinggal," kata dia.

Menanggapi kesaksian itu, Bahasyim mengaku pernah mendatangi kantor Kartini. Namun, mantan Inspektur Bidang Kinerja Kelembagaan di Bappenas itu membantah bersama-sama Cendani ke teller. Ia mengaku berpisah di lantai 1. "Saya langsung pulang," katanya.

Bahasyim membantah bahwa ia yang memindahkan uang Rp 1 miliar ke rekening milik keluarganya. Tanpa menjelaskan untuk keperluan apa, menurut Bahasyim, uang itu dikirimkan Kartini langsung ke rekening salah satu putrinya. "Uang itu untuk anak saya," ucap dia.

Mendengar perbedaan keterangan, Didik Setyo Handono selaku Ketua Majelis Hakim lalu bertanya kepada Cendani, "Apakah saudara tetap pada keterangan awal?"

Cendani menjawab, "Tetap".

Seperti diberitakan, Bahasyim didakwa memeras Cendani pada 3 Februari 2005. Saat itu, Bahasyim menjabat Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Jakarta Tujuh. Dalam dakwaan, Kartini menyanggupi permintaan Bahasyim agar perusahaannya tidak diganggu.

Menurut jaksa penuntut umum, setelah Cendani menyerahkan slip penarikan ke teller, Bahasyim mengisi slip formulir setoran tunai senilai Rp 1 miliar lalu menyerahkan ke teller. Setelah itu, teller memindahkan uang senilai Rp 1 miliar dari rekening Kartini ke rekening atas nama istri Bahasyim, Sri Purwanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau