Korupsi apbd langkat

Syamsul Larang Keluarga Jenguk ke Rutan

Kompas.com - 23/10/2010, 17:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin, yang resmi menjadi tahanan KPK, melarang anak dan istrinya menemuinya di tahanan.

Hal ini disampaikan Syamsul kepada petugas KPK saat berada di dalam mobil tahanan dan hendak diboyong dari kantor KPK ke Rutan Salemba, Jakarta Timur, Jumat (22/10/2010) malam. "Dia bilang (Syamsul) keluarganya enggak boleh datang. Enggak tahu alasaannya apa," kata petugas KPK yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (23/10/2010).

Demi kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan terhadap tersangka Syamsul Arifin dalam kasus dugaan penyalahgunaan APBD Kabupaten Langkat periode 2000-2007 dengan kerugian negara Rp 99 miliar. Penyalahgunaan APBD Kabupaten Langkat diduga dilakukan Syamsul sewaktu masih menjabat Bupati Langkat selama dua periode, yakni sejak 1999 hingga 2007.

Syamsul Arifin mempunyai istri bernama Fatimah Habibie dan dianugerahi tiga orang anak, yakni Beby Arbiana, Aisia Samira, dan (alm) Farid Nugraha.

Setiba di Rutan Salemba, rupanya sudah ada belasan kerabat dan sahabat Syamsul. Mereka berniat bertemu langsung dengan orang nomor satu Sumut itu di dalam tahanan untuk sekadar memberikan dukungan. "Karena gelap, saya enggak tahu apa ada anaknya yang mengembalikan mobil Jaguar itu (Beby Arbiana) di situ," katanya.

Petugas KPK itu menambahkan, tak tampak kesedihan ataupun emosional saat Syamsul berada di mobil tahanan sepanjang perjalanan menuju rutan. "Dia (Syamsul) enjoy-enjoy saja tuh. Ngobrol sama pengawal tahanan. Dia bisa ketawa. Malah dia bilang senang ditahan," ujarnya. (Tribunnews/Abdul Qodir)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau