Banjir

200 Hektar Sawah Terendam Banjir

Kompas.com - 25/10/2010, 20:18 WIB

KUDUS, KOMPAS.com - Sekurangnya 200-an hektar sawah di Desa Undan Tengah, Kudus, Jawa Tengah, sejak sepekan terakhir kebanjiran menyusul tingginya curah hujan.

Menurut Kepala Desa Undaan Tengah Akrab, di Kudus, Senin (25/10/2010) sebagian sawah yang kebanjiran ini baru disemai padi dengan usia tanam sekitar 23 hari.

"Sebagian petani ada yang melakukan persemaian hingga dua kali, mengingat banjir sebelumnya berlangsung cukup lama, sehingga membuat persemaian tanaman padinya mati," ujarnya.

Padahal, kegagalan dalam melakukan persemaian cukup merugikan petani, karena terlanjur mengeluarkan biaya hingga Rp 600 ribuan per hektare, termasuk biaya benih hingga upah pekerja.

Selain persemaian tanaman padi petani, katanya, bajir juga melanda tanaman padi petani yang sudah berumur satu bulan dengan luas sekitar 25 persen dari 200 hektare sawah yang terkena banjir.

"Petani cukup khawatir, jika genangan banjir ini tidak segera surut akan membuat tanaman padi petani puso, termasuk yang baru melakukan persemaian," ujarnya.

Adapun luas areal tanaman padi yang ada di Desa Undaan Tengah mencapai 536 hektare.

Diduga, penyebab banjir tidak hanya karena curah hujan yang tinggi, melainkan debit air Sungai Juwana yang meningkat juga menjadi penyebab utamanya, karena saluran pembuang dari areal persawahan petani ke Sungai Juwana tidak lancar, sehingga menggenang.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, masyarakat di Kecamatan Undaan akan melakukan kerja bakti membersihkan Sungai Juwana yang dipusatkan di wilayah Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.

"Sebelumnya, kepala desa se-Kecamatan Undaan bersama pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) akan menggelar rapat koordinasi terkait rencana tersebut, sekaligus mencari solusi agar banjir tidak melanda kawasan tersebut maupun daerah lainnya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau