Inilah Tiga Nama Calon Dirut Telkom

Kompas.com - 25/10/2010, 20:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sudah mengantongi nama calon direktur utama PT Telkom dari tim penilai akhir yang diketuai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Nama sudah ada. Tinggal ditetapkan dalam RUPSLB (akhir November atau awal Desember)," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Senin (25/10/2010) malam.

Menurut Mustafa, pihaknya pada Selasa (26/10) akan mengirim surat kepada manajemen PT Telkom untuk segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

"Sesuai ketentuan, RUPSLB dapat dilaksanakan 35 hari setelah surat permintaan disampaikan," kata Mustafa.

Meski begitu, ia masih enggan menyebutkan nama Dirut Telkom yang menjadi pilihan TPA.

Tiga nama bersaing memperebutkan posisi orang pertama di PT Telkom yaitu Rinaldi Firmansyah, Arif Yahya, dan Ermady Dahlan.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh, Rinaldi masih akan dipertahankan untuk menduduki jabatan direktur utama.

Rinaldi bersaing dengan Ermady Dahlan yang saat ini menjabat Direktur Network Solution Telkom, dan Arif Yahya Direktur Enterprises and Wholesale Telkom.

Namun sumber lain menuturkan Arif Yahya berpeluang menduduki posisi Dirut Telkom karena yang bersangkutan memiliki nilai tertinggi didasarkan pada Key Performance Index (KPI).

Selain menetapkan posisi direktur utama, TPA juga akan mengangkat Jusman Syafii Djamal sebagai Komisaris Utama Telkom menggantikan Tanri Abeng.

Jusman merupakan mantan Menteri Perhubungan dan pernah menjabat Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia.

Anggota komisaris lain yaitu Rudiantara, mantan Wakil Direktur Utama PT PLN, pernah menjabat sebagai Direktur Corporate Affair PT Excelcomindo.

Sementara anggota komisaris Johnny Swandi Sjam sebelumnya menjabat Dirut PT Indosat.

Dalam dokumen tersebut, dua nama yang dicalonkan sebagai Komisaris Telkom yaitu Widya Purnama, mantan Direktur Utama Pertamina dan Amanah Abdul Kadir, mantan Komisaris Wijaya Karya, tidak terpilih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau