Jakarta dikepung banjir

Keruk Sungai Jakarta? Tunggu Perpres

Kompas.com - 26/10/2010, 19:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, peraturan presiden sebagai dasar hukum proyek pengerukan semua sungai di Jakarta yang bernama Jakarta Urgent Flood Mitigation Project (JUFMP) akan keluar pada akhir Oktober 2010.

"Akhir bulan oktober ini peraturan presiden keluar," kata Fauzi Bowo alias Foke, saat meninjau proyek pengerjaan tiga saluran air yang melintas jalan (crossing) di Jalan MH Thamrin yang berada di depan Gedung Jaya, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (26/10/2010).

Foke mengatakan, perpres diperlukan karena proyek JUFMP dengan total dana Rp 2,2 triliun tersebut menggunakan dana pinjaman Bank Dunia.

Proyek tersebut merupakan proyek yang dikerjakan bersama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi kita akan bekerja sesuai tanggung jawab kita. Pengerjaan saluran makro oleh Kementerian PU, dan kalau yang pengerjaan penunjang dan mikro itu DKI," katanya.

"Sedangkan proyek pengerukan sungai dan saluran air sebagai tanggung jawab Dinas PU DKI dengan anggaran 2010," kata Foke.

Sebelumnya, Fauzi Bowo mengatakan, tender proyek pengerukan 13 sungai di DKI Jakarta akan dilakukan pada akhir 2010 atau mundur dari rencana pada Juni 2010.

"Semoga akhir tahun ini bisa mulai proyek tender," kata Fauzi dalam sambutan pada acara peluncuran buku putih pengendalian banjir berjudul Mengapa Jakarta Banjir? Pengendalian Banjir Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di Balai Agung, Balaikota, Jakarta, belum lama ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau