Batal Makan Malam, SBY Pantau Bencana

Kompas.com - 26/10/2010, 22:47 WIB

HANOI, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan acara jamuan makan malam bersama Presiden Vietnam, Nguyen Minh Triet, yang dijadwalkan pada Rabu, demikian dikatakan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dalam keterangan kepada wartawan di Hanoi, Vietnam, Selasa (26/10/2010).

Pembatalan itu, katanya, karena Presiden Yudhoyono akan meluangkan waktu untuk memantau perkembangan penanganan dampak letusan Gunung Merapi di Yogyakarta dan gempa bumi yang disusul dengan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

"Presiden sudah meminta komunikasi dengan Presiden Vietnam untuk membatalkan acara dinner," kata Sudi Silalahi.

Sudi menjelaskan, Presiden Nguyen Minh Triet sepakat dengan hal itu sehingga rencana jamuan makan malam secara resmi dibatalkan.

Menurut Mensesneg, Presiden Nguyen Minh Triet juga mengucapkan duka yang mendalam akibat bencana yang terjadi tersebut.

Presiden Yudhoyono akan menyesuaikan agenda kerja di Vietnam, baik kunjungan kenegaraan maupun KTT ke-17 ASEAN.

"Presiden tentu akan menyesuaikan sesuai dengan laporan dari Wakil Presiden," katanya.

Sudi menjelaskan, Wakil Presiden Boediono rencananya akan ke Mentawai pada Rabu (27/10/2010) dan akan terus melaporkan perkembangan kepada Presiden Yudhoyono.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan kunjungan kenegaraan di Vietnam untuk memenuhi undangan Presiden Vietnam Nguyen Minh Triet.

Presiden RI direncanakan akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Presiden Nguyen Minh Triet untuk lebih meningkatkan hubungan kerja sama dan persahabatan Indonesia dan Vietnam.

Sebelum pertemuan antarkedua kepala negara dimulai, Presiden RI akan meletakkan karangan bunga di Mausoleum Presiden Vietnam pertama, Ho Chi Minh.

Presiden RI juga dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung dan Ketua Parlemen Vietnam Nguyen Phu Trong pada hari yang sama.

Selain itu, Presiden RI akan menerima kunjungan kehormatan Ketua Vietnam Union of Friendship Organization dan Ketua Vietnam-Indonesia Friendship Association.

Seusai mengadakan kunjungan kenegaraan, Presiden RI akan tetap berada di Hanoi untuk menghadiri KTT ke-17 ASEAN dan serangkaian KTT lainnya, termasuk East Asia Summit yang akan berlangsung pada 28-30 Oktober 2010 di Hanoi.

Di sela-sela KTT tersebut, Presiden RI juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa kepala negara/kepala pemerintahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau