Depok, Kompas -
Seluruh jaringan komputer yang mendeteksi keberadaan KRL menunjukkan tanda warna merah, tanda ada persoalan sinyal. Petugas stasiun terpaksa mengubah pola keberangkatan KRL sehingga berjalan secara manual.
Selama terjadi gangguan, ada 13 jadwal kedatangan dan keberangkatan KRL yang terlambat. Keterlambatan yang terjadi rata-rata 40 menit.
”Gangguan sinyal terjadi sejak pukul 16.00 sampai pukul 17.10. Kemungkinan gangguan ini disebabkan tegangan listrik yang terlalu rendah,” tutur Kepala Stasiun Depok Lama Rochman, Selasa (26/10) di Depok, Jawa Barat.
Menurut Rochman, gangguan persinyalan dapat berdampak serius pada keselamatan perjalanan KRL karena posisi kereta tidak terpantau di layar monitor stasiun. Selama gangguan sinyal, pantauan keberadaan sinyal hanya dapat dilakukan melalui sambungan telepon seluler.
Gangguan sinyal juga memperlambat perjalanan KRL dari Stasiun Universitas Indonesia menuju Stasiun Depok Lama. Pada saat normal, KRL dapat berangkat beriringan setelah KRL sebelumnya berangkat melewati satu blok. Panjang blok ini 1-1,5 kilometer. Sementara pada saat gangguan, KRL baru dapat berangkat ketika KRL sebelumnya sampai ke stasiun tujuan.
”Gangguan keberangkatan dan kedatangan KRL paling banyak terjadi dari arah Jakarta menuju Bogor, sebanyak tujuh KRL. Sedangkan dari arah Bogor ke Jakarta ada enam KRL yang terganggu jadwalnya,” tutur Rochman.
Gangguan sinyal sebelumnya pernah diungkapkan oleh Agus Nurrohman (52), masinis KRL yang tinggal di Depok.
Menurut Agus, persinyalan sering terganggu ketika cuaca buruk seperti hujan lebat atau kena petir. Padahal, tanpa sinyal, perjalanan KRL sangat membahayakan keselamatan penumpang, terutama di setiap pintu perlintasan.
Agus sendiri melengkapi diri dengan peralatan handy talky (HT) yang dibelinya. Sayangnya, HT milik Agus sudah terlihat usang dan ketinggalan zaman, suaranya pun nyaris tidak terdengar lagi. Satu-satunya alat komunikasi di kereta yang dapat diandalkan adalah telepon seluler miliknya sendiri dengan pulsa yang dibeli dari uangnya sendiri.
Pendapat senada juga diungkapkan Kepala Stasiun Depok Baru Nasrudin. Menurut dia, sinyal memang sering terganggu ketika cuaca buruk. Saat terjadi gangguan, perjalanan KRL dari Stasiun Universitas Indonesia menuju Stasiun Depok Lama berjalan manual. Jika dalam kondisi sinyal KRL normal, dalam sekali perjalanan bisa lima KRL sekaligus. Namun demi keselamatan penumpang, perjalanan KRL dijalankan satu per satu. Setelah KRL dari Stasiun UI tiba di Stasiun Depok Lama, baru KRL berikutnya bisa diberangkatkan.
Masinis KRL Taufik meminta semua pihak yang berkepentingan dengan jaringan kereta memerhatikan kelengkapan fasilitas KRL. Gangguan sinyal seperti yang terjadi kemarin sore membuatnya waswas.
Karena itu, dia meminta PT Kereta Api Indonesia memperbarui peralatan yang sudah tidak layak pakai. ”Apalagi sekarang sering terjadi hujan petir, sebaiknya sinyal diperkuat di sepanjang jalur KRL,” kata Taufik.
Saat gangguan sinyal kemarin, Taufik ganti KRL 295 tujuan Depok-Stasiun Jakarta Kota dengan KRL 301, dari Depok ke Stasiun Tanah Abang.