Kasus gayus

Bareskrim Panggil Oknum Pemalsu "Juktut"

Kompas.com - 29/10/2010, 12:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri (Bareskrim Mabes Polri) dalam satu dua hari ke depan akan memanggil oknum yang diduga terlibat dalam pemalsuan petunjuk penuntutan (juktut) pada kasus pencucian uang dan penggelapan senilai Rp 370 juta dengan terdakwa Gayus Halomoan Tambunan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bareskrim Mabes Polri, Komisaris Jenderal Ito Sumardi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (29/10/2010).

Dikatakan Ito, tim kepolisian hingga kini telah mempelajari laporan Kejaksaan Agung atas indikasi tindak kriminal dalam kasus pemalsusan juktut tersebut. Kepolisian, tengah melakukan penyelidikan atas laporan Kejaksaan itu.

"Secepat mungkin. Satu dua hari ini akan dilakukan pemanggilan. Tim kita sudah bekerja mempelajari surat kejagung dan segera melakukan langkah-langkah hukum," katanya.

Pihak kepolisian, kata Ito, akan bekerjasama dengan Kejaksaan Agung untuk dapat segera memeriksa oknum yang diduga terlibat. Hingga kini, Ito belum dapat memastikan tindak kriminal apa saja yang dilakukan oknum yang terlibat dalam pembocoran juktut tersebut.

"Nanti dilakukan dulu penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, fakta-fakta apa yang terungkap, nanti kita bisa menetapkan pasal apa yang disangkakan. Nanti kalau dari pasal yang disangkakan dengan fakta yang menjadi bukti permulaan yang cukup, sudah bisa ditetapkan, barulah kita menetapkan TSK (tersangka). Kemudian kita lakukan proses sesuai dengan ketentuan," papar Ito.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung melaporkan kebocoran juktut kepada kepolisian karena diindikasikan adanya tindak kriminal dalam kasus tersebut. Diduga sejumlah oknum, yakni oknum Cirus Sinaga, Fadil Regan, dan Benu terlibat dalam kasus bocornya juktut tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau