BOYOLALI, KOMPAS.com — Gaji pegawai Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jateng, senilai Rp 64 juta dibawa kabur perampok saat warga panik mengungsi menyusul letusan Gunung Merapi, Senin, sekitar pukul 10.10 WIB.
Kepala Kepolisian Resor Boyolali AKB Romin Thaib, Senin (1/11/2010), mengatakan, perampokan tersebut terjadi di Desa Tomang, Kecamatan Cepogo, setelah Bendahara Kecamatan Cepogo, Slamet Suwarno, mengambil uang gaji pegawai di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Cabang Cepogo.
"Modus pelaku dengan cara menggendam korban," katanya.
Saat itu, katanya, korban baru saja mengambil uang untuk gaji PNS di lingkungan Pemerintah Kecamatan Cepogo.
Situasi lalu lintas di Jalan Cepogo saat itu kacau karena warga panik untuk mengungsi ke kantor kecamatan setempat setelah Merapi menyemburkan awan panas cukup besar.
Akibat peristiwa tersebut, uang gaji PNS se-Kecamatan Cepogo senilai Rp 64 juta dibawa kabur perampok.
Slamet mengatakan, peristiwa itu terjadi setelah dia mengambil uang gaji lalu mengendarai sepeda motor untuk kembali ke kantor kecamatan.
Namun, tiba-tiba seorang laki-laki tak dikenal langsung membonceng sepedanya dan akan mengungsi ke kantor kecamatan. Korban mengaku kebingungan dan tidak sadarkan diri.
Bambang menjelaskan, korban ditemukan seorang tukang ojek yang juga tetangganya di sekitar kawasan Gunung Senthir, Desa Tomang, sekitar tiga kilometer dari kantor kecamatan setempat.
Korban saat ditemukan dalam keadaan tertidur di pinggir jalan di dekat sepeda motornya. Saat dibangunkan, korban dalam kondisi bingung dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Markas Polsek Cepogo.
Hingga saat ini, kepolisian setempat masih melakukan penyidikan dan penyelidikan atas peristiwa itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang