Merapi pasca meletus

Lari Mengungsi, Rp 64 Juta Disikat Rampok

Kompas.com - 01/11/2010, 19:52 WIB

BOYOLALI, KOMPAS.com — Gaji pegawai Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jateng, senilai Rp 64 juta dibawa kabur perampok saat warga panik mengungsi menyusul letusan Gunung Merapi, Senin, sekitar pukul 10.10 WIB.

Kepala Kepolisian Resor Boyolali AKB Romin Thaib, Senin (1/11/2010), mengatakan, perampokan tersebut terjadi di Desa Tomang, Kecamatan Cepogo, setelah Bendahara Kecamatan Cepogo, Slamet Suwarno, mengambil uang gaji pegawai di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Cabang Cepogo.

"Modus pelaku dengan cara menggendam korban," katanya.

Saat itu, katanya, korban baru saja mengambil uang untuk gaji PNS di lingkungan Pemerintah Kecamatan Cepogo.

Situasi lalu lintas di Jalan Cepogo saat itu kacau karena warga panik untuk mengungsi ke kantor kecamatan setempat setelah Merapi menyemburkan awan panas cukup besar.

Akibat peristiwa tersebut, uang gaji PNS se-Kecamatan Cepogo senilai Rp 64 juta dibawa kabur perampok.

Slamet mengatakan, peristiwa itu terjadi setelah dia mengambil uang gaji lalu mengendarai sepeda motor untuk kembali ke kantor kecamatan.

Namun, tiba-tiba seorang laki-laki tak dikenal langsung membonceng sepedanya dan akan mengungsi ke kantor kecamatan. Korban mengaku kebingungan dan tidak sadarkan diri.

Bambang menjelaskan, korban ditemukan seorang tukang ojek yang juga tetangganya di sekitar kawasan Gunung Senthir, Desa Tomang, sekitar tiga kilometer dari kantor kecamatan setempat.

Korban saat ditemukan dalam keadaan tertidur di pinggir jalan di dekat sepeda motornya. Saat dibangunkan, korban dalam kondisi bingung dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Markas Polsek Cepogo.

Hingga saat ini, kepolisian setempat masih melakukan penyidikan dan penyelidikan atas peristiwa itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau