SITUBONDO, KOMPAS.com — Untuk memudahkan pratiknya, Abdul Hadi (46), warga Dusun Krajan, Desa Langkap, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur, ternyata memberikan kemudahan kepada pasiennya dalam biaya pengobatan.
Salah satu cara yang dilakukan pria lulusan SMP itu adalah memberikan kredit kepada pasiennya. Bahkan, dengan kemudahaan tersebut, saat ini jumlah pasiennya mencapai ratusan orang.
”Kalau orang tak punya uang, masak harus dipaksa. Ya, mereka selalu bon atau berutang,” ujar Abdul Hadi di hadapan penyidik Reskoba Polres Situbondo.
Selain mengobati segala macam penyakit, dalam praktiknya Abdul Hadi juga melayani suntikan keluarga berencana (KB) bagi ibu rumah tangga. ”Pernah dikomplain sama bidan, tetapi mau gimana, ini yang minta warga sendiri,” katanya dengan wajah tersipu.
Kasat Reskoba Polres Situbondo, Ajun Komisaris Priyo Purwandito, mengatakan, selain memeriksa tersangka, pihaknya juga akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Situbondo terkait apotek yang menjual obat-obatan dengan jumlah banyak kepada masyarakaat umum tersebut.
Seperti diberitakan, Abdul Hadi ditangkap polisi karena diduga membuka praktik sebagai dokter selama 10 tahun. (Izi Hartono)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang