Silvio berlusconi

Lebih Baik Terangsang daripada Mati Rasa

Kompas.com - 03/11/2010, 10:20 WIB

KOMPAS.com Seakan tak henti dirundung skandal, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi kembali mengundang kontroversi dengan dugaan skandal terbaru yang kembali melilitnya. Bahkan, Berlusconi berani mengeluarkan pernyataan penuh sensasi menanggapi dugaan skandal seks terbaru yang ditudingkan ke arah dirinya.

"Lebih baik terangsang karena perempuan cantik ketimbang menjadi gay," demikian komentar pria berusia 74 tahun itu diarahkan ke kaum pria yang dianggapnya tidak menaruh ketertarikan terhadap perempuan.

Komentar yang mengundang reaksi keras dari kelompok pendukung HAM gay Italia, Archigay, disampaikan Berlusconi dalam sebuah ekshibisi di Milan setelah ia diketahui bermalam bersama seorang penari perut, Karima Keyek (18), setahun lalu. Karima Keyek yang saat itu masih berusia 17 tahun diketahui mendapat imbalan uang tunai, seuntai kalung berlian, serta sebuah mobil dari Berlusconi.

Namun, Keyek bersikeras menekankan tidak terjadi hubungan seks antara dirinya dengan politikus yang berangkat dari karier sebagai taipan media itu. Menurut Keyek, Berlusconi telah bersikap "layaknya seorang ayah" terhadap dirinya sepanjang malam.

Namun, pertanyaan kemudian muncul di publik seputar skandal hubungan ini setelah Mei silam Berlusconi menelepon polisi Milan untuk membebaskan Keyek yang diringkus karena mencuri uang senilai Rp 36 juta dari seorang sahabat. Berlusconi dianggap telah menyalahgunakan kekuasaan dengan alasan yang tidak tepat, dengan mengatakan kepada polisi bahwa Keyek masih kerabat dari Presiden Mesir Hosni Mubarak.

Sementara Paolo Patane dari Archigay mengecam Berlusconi atas komentarnya yang dinilai tidak hanya melecehkan kaum homo, tetapi juga kaum perempuan. "Berlusconi seharusnya segera memohon maaf terutama pada kaum homo dan perempuan karena komentar seperti itu tidak seharusnya terlontar dari mulut seorang pemimpin pemerintahan di Eropa," tutur Paolo Patane.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau