Merapi meletus

Bisa Jadi Warga Diungsikan ke Kota Yogya

Kompas.com - 05/11/2010, 11:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Aktivitas Gunung Merapi tak dapat diperkirakan. Bahaya erupsi Gunung Merapi semakin meluas. Jika tak segera diantisipasi, semakin banyak korban jiwa yang akan berjatuhan.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, tak menutup kemungkinan para warga yang tinggal di sekitar Gunung Merapi diungsikan hingga ke Kota Yogyakarta demi keselamatan. Hingga saat ini, perluasan radius bahaya erupsi Gunung Merapi mencapai 20 kilometer dari puncak Merapi pascaerupsi eksplosif.

"Jika kondisi memburuk, bisa sampai tingkat pengosongan lereng Merapi. Warga diungsikan hingga Yogyakarta," kata Agung kepada para wartawan sebelum mengikuti kuliah kepresidenan (presidential lecturer) Imam Feisal Abdul Rauf, imam di Masjid Al-Farah, New York, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/11/2010).

Secara terpisah, Menteri Sosial Salim Segaf Al'jufrie mengatakan, warga harus mengikuti arahan pemerintah demi keselamatan. "Pemerintah berharap tidak ada lagi korban jiwa akibat erupsi Merapi," kata Salim.

Terkait bantuan, Salim mengatakan, pemerintah terus memastikan bahwa pengungsi mendapat perhatian utama. Pada tahun 2010, kata Salim, pemerintah memiliki dana cadangan untuk penanganan bencana Merapi, Tsunami di Mentawai, dan banjir bandang di Wasior, hingga Rp 3 triliun. Dana ini berasal dari APBN 2010. Dana yang digunakan hingga November ini baru sekitar Rp 1 triliun.

Sementara itu, Agung mengatakan, dana yang disetujui DPR sebesar Rp 150 miliar, akan cair esok. Pemerintah akan memaksimalkan dana tersebut untuk keperluan korban bencana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau