JAKARTA, KOMPAS.com — Aktivitas Gunung Merapi tak dapat diperkirakan. Bahaya erupsi Gunung Merapi semakin meluas. Jika tak segera diantisipasi, semakin banyak korban jiwa yang akan berjatuhan.
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, tak menutup kemungkinan para warga yang tinggal di sekitar Gunung Merapi diungsikan hingga ke Kota Yogyakarta demi keselamatan. Hingga saat ini, perluasan radius bahaya erupsi Gunung Merapi mencapai 20 kilometer dari puncak Merapi pascaerupsi eksplosif.
"Jika kondisi memburuk, bisa sampai tingkat pengosongan lereng Merapi. Warga diungsikan hingga Yogyakarta," kata Agung kepada para wartawan sebelum mengikuti kuliah kepresidenan (presidential lecturer) Imam Feisal Abdul Rauf, imam di Masjid Al-Farah, New York, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/11/2010).
Secara terpisah, Menteri Sosial Salim Segaf Al'jufrie mengatakan, warga harus mengikuti arahan pemerintah demi keselamatan. "Pemerintah berharap tidak ada lagi korban jiwa akibat erupsi Merapi," kata Salim.
Terkait bantuan, Salim mengatakan, pemerintah terus memastikan bahwa pengungsi mendapat perhatian utama. Pada tahun 2010, kata Salim, pemerintah memiliki dana cadangan untuk penanganan bencana Merapi, Tsunami di Mentawai, dan banjir bandang di Wasior, hingga Rp 3 triliun. Dana ini berasal dari APBN 2010. Dana yang digunakan hingga November ini baru sekitar Rp 1 triliun.
Sementara itu, Agung mengatakan, dana yang disetujui DPR sebesar Rp 150 miliar, akan cair esok. Pemerintah akan memaksimalkan dana tersebut untuk keperluan korban bencana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang