YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mariyati (80) terus menangis dan meronta-ronta tepat di depan pintu masuk Unit Gawat Darurat RSUD Dr Sardjito Yogyakarta, Sabtu (6/11/2010) malam. Dia tidak dapat menahan emosi saat mencari anaknya, Wajihani (22) yang hilang setelah letusan hebat Gunung Merapi kemarin dini hari.
Wajihani tinggal di Dusun Prumbon, Cangkringan, daerah yang ikut dihantam semburan awan panas. Wajihani hilang bersama suaminya, Fai (22), dan anaknya, Putri D (3). Mariyati bersama suaminya, Sosro Diharjo (85), tinggal di Magelang.
Selain bersama suaminya, Mariyati dibantu enam orang tetangganya di Magelang mencari keluarga Wajihani. Mereka telah mendatangi Stadion Maguwoharjo, Sleman, pusat lokasi pengungsian. Namun, tidak ada nama ketiganya dalam data pengungsi.
"Katanya kalau nggak ada di situ (stadion) berarti dirawat di sini (RSUD Sardjito)," kata Agus (28), salah satu tetangganya.
Setelah mencari ke ruang perawatan, ketiganya tetap tidak ditemukan. Akhirnya para tetangga Mariyati bergerak ke Gedung Forensik, lokasi penyimpanan jenazah.
Selama pencarian di RSUD, Mariyati terus meronta-rota dipelukan suaminya. "Kesalahanku opo (apa)?" kata Mariyati lirih. "Ndak ada salah opo-opo, ini (karena) alam. Sabar, sabar," timpal Agus. "Rumahku rusak ndak opo-opo, tapi anakku..." ucap Mariyati. Sosro hanya terdiam.
Tak hanya Mariyati yang kehilangan anggota keluarga, hingga malam ini setidaknya ada 172 orang dinyatakan hilang. Para keluarga yang kehilangan anggota keluarga membuat laporan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) yang membuka posko di depan Gedung Forensik.
Saat membuat laporan, mereka diminta memberikan ciri-ciri khusus anggota keluarganya yang hilang seperti gigi, perhiasan yang dikenakan, dan lainnya. Ciri-ciri khusus diperlukan lantaran masih ada 69 jenazah belum dapat diidentifikasi. Ke-69 jenazah itu bagian dari 81 jenazah yang dibawa ke RSUD Sardjito hingga malam ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang