Bencana merapi

Nenek Itu Meronta-ronta, 'Salahku Opo?'

Kompas.com - 06/11/2010, 20:39 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mariyati (80) terus menangis dan meronta-ronta tepat di depan pintu masuk Unit Gawat Darurat RSUD Dr Sardjito Yogyakarta, Sabtu (6/11/2010) malam. Dia tidak dapat menahan emosi saat mencari anaknya, Wajihani (22) yang hilang setelah letusan hebat Gunung Merapi kemarin dini hari.

Wajihani tinggal di Dusun Prumbon, Cangkringan, daerah yang ikut dihantam semburan awan panas. Wajihani hilang bersama suaminya, Fai (22), dan anaknya, Putri D (3). Mariyati bersama suaminya, Sosro Diharjo (85), tinggal di Magelang.

Selain bersama suaminya, Mariyati dibantu enam orang tetangganya di Magelang mencari keluarga Wajihani. Mereka telah mendatangi Stadion Maguwoharjo, Sleman, pusat lokasi pengungsian. Namun, tidak ada nama ketiganya dalam data pengungsi.

"Katanya kalau nggak ada di situ (stadion) berarti dirawat di sini (RSUD Sardjito)," kata Agus (28), salah satu tetangganya.

Setelah mencari ke ruang perawatan, ketiganya tetap tidak ditemukan. Akhirnya para tetangga Mariyati bergerak ke Gedung Forensik, lokasi penyimpanan jenazah.

Selama pencarian di RSUD, Mariyati terus meronta-rota dipelukan suaminya. "Kesalahanku opo (apa)?" kata Mariyati lirih. "Ndak ada salah opo-opo, ini (karena) alam. Sabar, sabar," timpal Agus. "Rumahku rusak ndak opo-opo, tapi anakku..." ucap Mariyati. Sosro hanya terdiam.

Tak hanya Mariyati yang kehilangan anggota keluarga, hingga malam ini setidaknya ada 172 orang dinyatakan hilang. Para keluarga yang kehilangan anggota keluarga membuat laporan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) yang membuka posko di depan Gedung Forensik.

Saat membuat laporan, mereka diminta memberikan ciri-ciri khusus anggota keluarganya yang hilang seperti gigi, perhiasan yang dikenakan, dan lainnya. Ciri-ciri khusus diperlukan lantaran masih ada 69 jenazah belum dapat diidentifikasi. Ke-69 jenazah itu bagian dari 81 jenazah yang dibawa ke RSUD Sardjito hingga malam ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau