Mafia pajak

Gayus Stres, Pusing, dan Meriang

Kompas.com - 08/11/2010, 15:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus mafia pajak, Gayus Halomoan Tambunan, acap kali mengeluh sakit kepada kuasa hukumnya. Penyakit yang sering dikeluhkan Gayus adalah stres, pusing, dan meriang. Namun, apakah sakitnya begitu serius sehingga harus berobat keluar?

"Emang dia sakit-sakitan. Sakitnya biasalah stres, pusing, kadang-kadang terasa meriang badannya. Itu hal biasalah. Jadi bukan hal yang luar biasa. Tapi, kita tidak tahu sampai sejauh mana dia sakit," ujar kuasa hukum Gayus, Adnan Buyung Nasution, Senin (8/11/2010) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Adnan mengaku memang jarang bertemu Gayus di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua. Kalaupun bertemu hanya di persidangan. "Saya lihat sih baik-baik aja, tapi saya juga enggak tau kalau ada penyakit di dalam. Kalau di luar sih baik-baik aja," ujar dia.

Menurutnya, seorang tahanan yang sakit memang biasanya ada penanganan khusus. "Kalau sakit biasa, maka dokter akan dibawa ketahanan. Tapi kalau penyakitnya serius, maka tahanan akan dibawa keluar. Jadi saya enggak tahu isu soal Gayus sakit dan dibawa keluar," tandas Gayus.

Kalaupun Gayus bisa keluar, lanjut Adnan, itu adalah tanggung jawab dari yang menahan, yakni kepolisian. "Kalau polisinya berbuat hal-hal yang di luar peraturan tentunya polisi harus bertanggung jawab, tentunya Gayus juga mesti ditanya," ungkap Adnan.

Sebagaimana yang diberitakan, Gayus dikabarkan keluar rutan pada Jumat (5/11/2010) dan Sabtu (6/11/2010). Polisi membenarkan bahwa Gayus dibawa keluar dengan alasan sakit, tetapi ia dikembalikan ke rutan di Mako Brimob Kelapa Dua pada Sabtu (6/11/2010) dengan dijemput anggota Polri.

Namun, seseorang yang tampak mirip Gayus justru terlihat menghadiri Tournament Commonwealth Bank Tournament of Champions, Nusa Dua, Bali, pada Jumat (5/11/2010) lalu. Fotografer Kompas Agus Susanto berhasil mengabadikan gambar lelaki itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau