Bencana alam

Wasior dan Mentawai Tidak Dilupakan

Kompas.com - 08/11/2010, 19:18 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, pemerintah tidak melupakan bencana yang ada di Wasior dan Mentawai hanya karena terlihat lebih fokus dengan bencana Gunung Merapi.

"Tidak benar jika ada yang mengatakan, pemerintah melupakan Wasior dan Mentawai karena pada kenyataannya penyaluran bantuan tetap berjalan dengan baik untuk kedua daerah itu," kata Menkokesra di Posko BNPB Yogyakarta, Senin (8/11/2010).

Menurut dia, pelaksanaan tanggap darurat di kedua wilayah tersebut masih dapat dilaksanakan dengan baik dan kini di Wasior sedang dibangun 110 barak untuk menampung sekitar 4.000 masyarakat yang menjadi korban banjir.

Pembangunan barak tersebut dilakukan oleh TNI AD, Marinir, dan juga masyarakat. "Kini sudah dibangun 20 barak. Diharapkan pada 15 November, semua barak sudah selesai," lanjutnya.

Menko Kesra mengakui, penyaluran bantuan ke Mentawai memang menghadapi sejumlah kendala, seperti cuaca yang buruk.

"Tetapi, dalam dua hari terakhir, cuaca cukup mendukung sehingga distribusi bantuan tetap bisa dilakukan, bahkan hingga ke zona-zona terpencil," katanya.

Kebutuhan dasar untuk pengungsi juga cukup terpenuhi, baik di posko Padang maupun di Sikakap.

Seperti di Wasior, pemerintah juga tengah membangun hunian sementara bagi korban tsunami di Mentawai dengan lokasi agak jauh dari bibir pantai dan berada di lokasi yang lebih tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau