Perbankan

China Setuju Bank Mandiri di Shanghai

Kompas.com - 09/11/2010, 03:41 WIB

Jakarta, Kompas - Pemerintah China akhirnya menyetujui permintaan Pemerintah Indonesia untuk membuka cabang Bank Mandiri di Shanghai, China.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri China Zhang Zhiyun, yang mendampingi Ketua Parlemen China Wu Banggwo menemui Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta, Senin (8/11).

”Setelah diteliti, kami menyetujui pembukaan kantor cabang Bank Mandiri di Shanghai,” kata Zhang.

Pada kunjungannya ke Beijing, China, 17-21 Oktober 2010, seusai bertemu Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao, Wapres Boediono mengingatkan Wen Jiabao untuk mempertimbangkan permintaan pembukaan cabang Bank Mandiri di Shanghai.

”Pembukaan cabang Bank of China dan bank lainnya di Jakarta sudah kami akomodasi dan kami menunggu persetujuan Pemerintah China atas pembukaan Bank Mandiri,” ujar Wapres Boediono waktu itu.

Di bagian lain, Zhang juga menyatakan, dalam kunjungannya sekarang ini ke Indonesia, pihaknya membawa sejumlah pengusaha yang akan menandatangani investasi di beberapa bidang, di antaranya pendanaan untuk infrastruktur senilai 6,6 miliar dollar AS.

”Tindak lanjut komitmen investasi itu masih akan dibicarakan lebih rinci di antara kementerian perdagangan dua negara,” papar Zhang.

Sementara itu, delegasi Gubernur Provinsi Zhejiang, China, Lu Zushan, bersama puluhan pengusaha Zhejiang, Senin, berkunjung ke Provinsi Banten guna menjajaki kerja sama dan investasi.

Disambut Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Lu Zushan dan para pengusaha Zhejiang menjajaki kerja sama dan investasi di antara kedua pihak di sejumlah bidang di Banten, antara lain, bidang infrastruktur, kelistrikan, pabrik semen, dan pabrik baja.

Ratu Atut sebelumnya melakukan kunjungan ke Provinsi Zhejiang sebagai persiapan rencana kerja sama dan investasi di antara kedua provinsi ini.

Upaya menarik investor China ke Indonesia, khususnya ke Jawa Barat, juga dilakukan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dengan melakukan kunjungan ke Shenzhen, China. Heryawan dalam pertemuan dengan para pengusaha China mengajak mereka berinvestasi di sejumlah proyek strategis di Jawa Barat.

Menurut Heryawan, seperti dikutip kantor berita Antara, Pemerintah China akan menginvestasikan 5 miliar dollar AS per tahun di Indonesia. Sebagian besar dari dana investasi itu diharapkan masuk ke Jabar.

Heryawan mengakui melakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah BUMN besar di China yang tertarik untuk berinvestasi di Jabar. Perusahaan China itu antara lain Resources Power Holding dan PAN China Construction Group Co Ltd. (har)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau