Gempa Tak Berdampak terhadap Merapi

Kompas.com - 10/11/2010, 05:58 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS - Gempa berkekuatan 5,6 skala richter, Selasa (9/11), tidak memengaruhi aktivitas Gunung Merapi. Gempa sempat membuat panik warga. Mereka berhamburan keluar rumah karena takut peristiwa gempa 2006 terulang. Tidak ada korban dan kerusakan fisik dalam peristiwa itu.

Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Tonny Agus Wijaya, gempa dipastikan tidak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi karena terjadi di perairan. ”Gempa tergolong wajar karena terjadi di pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia,” kata Tonny, kemarin.

Di Kota Yogyakarta, sejumlah warga tampak berkerumun di luar bangunan saat gempa terjadi. Namun, gempa tidak terasa oleh pengguna jalan yang sedang melintas.

Di Bantul, gempa membuat panik pengungsi di Jogjakarta Expo Center. Mereka berhamburan keluar ketakutan. Sejumlah pelanggan warung internet di Jalan Bantul Km 10 juga berhamburan.

”Tiba-tiba kursi bergerak sendiri. Saya langsung lari keluar sambil berteriak-teriak supaya dua adik saya segera keluar rumah,” kata Ninda, pelajar di kawasan Baturetno, Bantul.

Warga Bantul panik setiap gempa karena trauma dengan gempa besar tahun 2006 yang menewaskan ribuan orang. ”Gempa sekarang tak ada korban jiwa,” kata Subarda, Petugas Pusat Pengendali Operasi Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Bantul.

Terkait gempa tersebut, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi (PVMBG) Surono menyatakan belum bisa memastikan apakah akan berdampak terhadap aktivitas Merapi. ”Nanti kita lihat. Kalaupun ada dampaknya tidak akan terasa langsung. Paling tidak butuh sehari untuk mengetahui,” katanya.

Aktivitas Merapi

Mengenai aktivitas Merapi, Surono tidak banyak komentar. Meski intensitas aktivitas Merapi menurun dibandingkan hari sebelumnya, berbagai kemungkinan masih terbuka.

”Kami masih terus memantau aktivitas Merapi. Saya tidak mau menduga-duga, apakah masih akan ada letusan besar lagi atau tidak. Yang jelas, status masih Awas,” katanya.

Berdasarkan laporan PVMBG, sepanjang Selasa hingga pukul 12.00 tercatat gempa vulkanik sebanyak satu kali, gempa frekuensi rendah tiga kali, guguran 22 kali, dan awan panas satu kali. Namun, gempa tremor yang menunjukkan aktivitas pergerakan magma masih terjadi beruntun.

Dari pos Ketep, Kabupaten Magelang, suara gemuruh dilaporkan selalu terdengar dengan intensitas lemah hingga kuat dengan kemunculan sinar api dan guguran lava. Pada pukul 05.00 terlihat kolom asap setinggi 1,5 kilometer.

(ENG/ENY/WKM)

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau