Andy Roddick Impresif

Kompas.com - 11/11/2010, 03:28 WIB

PARIS, RABU - Novak Djokovic dan Andy Roddick secara meyakinkan melaju ke putaran ketiga Paris Masters, Rabu (3/11). Unggulan kedua Djokovic menumbangkan petenis Argentina, Juan Monaco, 6-4 6-3. Adapun Roddick melumat pemain kualifikasi asal Finlandia, Jarkko Nieminen, 6-1 6-4.

Djokovic, petenis asal Serbia, pada putaran berikutnya akan bertanding melawan petenis Amerika Serikat, John Isner, atau Michael Llodra asal Perancis.

Roddick berusaha mendapatkan kualifikasi untuk bisa bertanding di turnamen ATP terakhir musim ini di London, akhir November. Ia bisa bertemu dengan petenis Spanyol, Fernando Verdasco, yang juga melaju ke putaran ketiga.

”Setiap pertandingan yang saya menangi selalu signifikan. Hal ini akan memberi tekanan kepada pemain yang akan melawan saya berikutnya,” kata Roddick. Ia menyambung, ”Hal terakhir yang kita inginkan adalah pulang dengan kemenangan.”

Roddick bermain impresif. memproduksi sembilan pukulan as saat melawan Nieminen. Pukulan voli dan servis cepatnya sangat merepotkan.

Pada pertandingan lain, Marin Cilic sangat ketat melawan petenis Ukraina, Sergiy Stakhovsky, sebelum menang, 6-4 4-6 6-3. Cilic, unggulan ke-13 asal Kroasia ini, pada putaran berikutnya akan melawan pemenang Andy Murray yang kemarin mengalahkan petenis Argentina, David Nalbandian, 2-6, 6-4, 6-3.

Verdasco berjuang

Fernando Verdasco harus berjuang keras jika ingin bertanding di London akhir bulan ini. Ia setidaknya harus mencapai semifinal. Pada putaran kedua, ia berhasil melayani Arnaud Clement meski dalam tiga set, 3-6, 6-3, 6-0. Ia pun melaju ke putaran ketiga dan akan menjumpai unggulan ke-12, Gael Monfils, yang sebelumnya menekuk pemain kualifikasi asal Jerman, Benjamin Becker, 7-6 6-4.

Peluang Verdasco masih terbuka. Ia datang ke Paris dengan harapan besar. Maklum, sejak AS Terbuka September 2010, Verdasco hanya sekali menang.

”Saya sebetulnya belum memikirkan London saat ini. Sebab, masih ada dua kali pertandingan (sebelum sampai ke semifinal) dan masing-masing sangat sulit,” kata Verdasco.

Petenis lain, Thomas Berdych, menekuk peraih wild card Florent Serra, 6-3 6-1, hanya dalam waktu 47 menit. Berbeda dengan Verdasco, Berdych dipastikan lolos ke turnamen di O2 London.

Seorang pemain yang sudah pasti gagal mengikuti laga di London adalah petenis Rusia peringkat ke-10 dunia, Mikhail Youzhny. Ia mundur pada putaran kedua Paris Masters saat melawan petenis Latvia, Ernests Gulbis, karena cedera punggung.

Kabar lain, Roger Federer mengatakan, Paris Masters selalu menimbulkan tekanan pada semua pemain. Suasananya tercipta sedemikian rupa mengingat ini adalah turnamen menuju London, yang menjadi pamungkas turnamen ATP musim ini.

”Saya pernah mentok, mencoba mendapat tiket di turnamen terakhir. Itu benar-benar memengaruhi mental. Berat bagi pemain,” kata Federer. Ia sampai sulit tidur pada 2002-2003 karena tegang dan deg-degan. ”Itu memengaruhi saya main,” katanya. (REUTERS/AFP/IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau