Djokovic, petenis asal Serbia, pada putaran berikutnya akan bertanding melawan petenis Amerika Serikat, John Isner, atau Michael Llodra asal Perancis.
Roddick berusaha mendapatkan kualifikasi untuk bisa bertanding di turnamen ATP terakhir musim ini di London, akhir November. Ia bisa bertemu dengan petenis Spanyol, Fernando Verdasco, yang juga melaju ke putaran ketiga.
”Setiap pertandingan yang saya menangi selalu signifikan. Hal ini akan memberi tekanan kepada pemain yang akan melawan saya berikutnya,” kata Roddick. Ia menyambung, ”Hal terakhir yang kita inginkan adalah pulang dengan kemenangan.”
Roddick bermain impresif. memproduksi sembilan pukulan as saat melawan Nieminen. Pukulan voli dan servis cepatnya sangat merepotkan.
Pada pertandingan lain, Marin Cilic sangat ketat melawan petenis Ukraina, Sergiy Stakhovsky, sebelum menang, 6-4 4-6 6-3. Cilic, unggulan ke-13 asal Kroasia ini, pada putaran berikutnya akan melawan pemenang Andy Murray yang kemarin mengalahkan petenis Argentina, David Nalbandian, 2-6, 6-4, 6-3.
Fernando Verdasco harus berjuang keras jika ingin bertanding di London akhir bulan ini. Ia setidaknya harus mencapai semifinal. Pada putaran kedua, ia berhasil melayani Arnaud Clement meski dalam tiga set, 3-6, 6-3, 6-0. Ia pun melaju ke putaran ketiga dan akan menjumpai unggulan ke-12, Gael Monfils, yang sebelumnya menekuk pemain kualifikasi asal Jerman, Benjamin Becker, 7-6 6-4.
Peluang Verdasco masih terbuka. Ia datang ke Paris dengan harapan besar. Maklum, sejak AS Terbuka September 2010, Verdasco hanya sekali menang.
”Saya sebetulnya belum memikirkan London saat ini. Sebab, masih ada dua kali pertandingan (sebelum sampai ke semifinal) dan masing-masing sangat sulit,” kata Verdasco.
Petenis lain, Thomas Berdych, menekuk peraih wild card Florent Serra, 6-3 6-1, hanya dalam waktu 47 menit. Berbeda dengan Verdasco, Berdych dipastikan lolos ke turnamen di O2 London.
Seorang pemain yang sudah pasti gagal mengikuti laga di London adalah petenis Rusia peringkat ke-10 dunia, Mikhail Youzhny. Ia mundur pada putaran kedua Paris Masters saat melawan petenis Latvia, Ernests Gulbis, karena cedera punggung.
Kabar lain, Roger Federer mengatakan, Paris Masters selalu menimbulkan tekanan pada semua pemain. Suasananya tercipta sedemikian rupa mengingat ini adalah turnamen menuju London, yang menjadi pamungkas turnamen ATP musim ini.
”Saya pernah mentok, mencoba mendapat tiket di turnamen terakhir. Itu benar-benar memengaruhi mental. Berat bagi pemain,” kata Federer. Ia sampai sulit tidur pada 2002-2003 karena tegang dan deg-degan. ”Itu memengaruhi saya main,” katanya.