Kontingen

Belum Ada Kartu, 51 Anggota Kontingen Belum Bisa Berangkat

Kompas.com - 11/11/2010, 03:36 WIB

Jakarta, Kompas - Sebanyak 51 anggota kontingen Indonesia ke Asian Games, di antaranya atlet yang berpotensi mendapatkan medali, belum mendapatkan kartu identitas sebagai peserta Asian Games XVI-2010.

Akibatnya, mereka belum bisa berangkat sesuai jadwal. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terus berupaya mendapatkan kartu identitas yang juga berfungsi sebagai visa masuk tersebut.

Ketua KOI Djoko Pramono, Rabu (10/11), mengatakan, ke-51 anggota kontingen itu terdiri atas sekitar 30 atlet, pelatih, manajer tim, dan ofisial kontingen. ”Dari puluhan atlet itu, ada beberapa atlet di antaranya dari cabang yang diunggulkan mendapatkan medali,” ujarnya.

Mereka antara lain adalah Santia Tri Kusuma dari cabang balap sepeda dan I Gusti Made Oka Sulaksana dari cabang layar. Juga ada Cici Pramita, Raudani Fitria, dan Abdul Azis dari nomor dragon boat atau perahu naga. Selain itu juga ada atlet karate dan taekwondo yang belum mendapatkan kartu itu.

”Kartu saya sampai sekarang belum terbit. Saya masih menunggu,” ujar Faizal Zainuddin, karateka untuk nomor kata.

Djoko berujar, kekurangan kartu itu diketahui dua minggu lalu ketika KOI menerima kartu identitas kontingen Indonesia dari panitia penyelenggara.

”Saat dicek, sebanyak 51 kartu yang terdiri atas 30 kartu untuk atlet dan 21 untuk pelatih, manajer tim, dan ofisial belum ada. Kami langsung berkoordinasi dengan panitia di China meminta mereka menerbitkan kartu,” ujar Djoko.

Dari koordinasi dengan panitia di China, ujar Djoko, KOI diminta memberangkatkan dulu kontingen dengan menggunakan visa. Kartu akan diselesaikan begitu tiba di Guangzhou. ”Sejak minggu lalu kami sudah mengurus visa di Kedutaan China di Indonesia. Besok (Kamis, 11/11) visa dipastikan terbit,” ujarnya.

Djoko menuturkan, dengan belum adanya kartu itu, beberapa atlet yang dijadwalkan berangkat ke Guangzhou, China, pada Rabu dini hari kemarin bersama rombongan utama, tidak bisa berangkat.

”Jadwal mereka diatur lagi. Dipastikan, mereka akan berangkat Jumat dini hari,” ujarnya.

Ketua Umum PB ISSI Phanny Tanjung mengatakan, ia berharap visa yang diurus betul terbit. ”Itu penting supaya Santia bisa masuk China dan segera mendapatkan kartu identitas untuk berlomba,” ujarnya.

Nur Rochman, pelatih Santia, berujar, ia seharusnya berangkat Rabu dini hari kemarin, tetapi ia memilih menunda untuk meyakinkan visa Santia keluar sehingga bisa berangkat bersama.

Manajer tim perahu naga Young Mardinal mengatakan, apabila tiga atlet perahu naga itu tidak bisa masuk China, tim tidak bisa berlomba. Padahal, perahu naga merupakan cabang unggulan meraih medali emas. (HLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau