Gayus

Gayus Berbuat, Orang Lain Kena Batunya

Kompas.com - 12/11/2010, 16:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan pengacara Gayus H Tambunan, Haposan Hutagalung, enggan berkomentar banyak terkait perkara keluarnya Gayus dari Rumah Tahanan Mako Komando Brimob.

Haposan mengatakan, selama ini Gayus kerap melakukan suatu tindak pelanggaran hukum yang menyebabkan orang lain terlibat hingga turut terseret ke meja hijau. "Itu faktalah, enggak bisa dipungkirin, yang kami tahu Gayus ini melakukan sesuatu, dia yang melakukan orang lain yang kena batunya. Itu yang kami tahu selama ini," katanya seusai disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (12/11/2010).

"Jadi kami tangani perkaranya, kita kena risikonya seperti itu lho. Sama kayak sekarang, kepala rutan (Brimob) jadi terlibat kan? Jadi biar publik yang menilai, Gayus bisa dipercaya atau tidak," tambah Haposan.

Haposan juga menilai, Gayus adalah seorang pembohong yang keterangannya selalu berubah-ubah. Sifat Gayus yang tidak konsisten dengan perkataannya tersebut, kata Haposan, juga disampaikan anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, saat bersaksi untuk Haposan di pengadilan hari ini.

"Tadi Achmad Santosa sendiri menyatakan, menurut dia, Gayus ini plin-plan, enggak bisa dipegang omongannya. Menurut Mas Achmad Santosa lho ini. Kalau kami sudah alami. Gayus pembohong," kata Haposan, yang didakwa menghalang-halangi kerja kepolisian itu.

Haposan juga merasa telah menjadi korban dari ulah Gayus. "Dulu kan Gayus bilang pernah kasih uang (ke Haposan) Rp 5 miliar di tempat parkir Pacific Place lantai empat, padahal itu tidak ada parkir di Pacific Place lantai empat," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau