PARIS, Kompas.com - Robin Soderling memenangkan duel menegangkan yang sangat dramatis melawan pemain tuan rumah Michael Llodra, di semifinal Paris Masters, Sabtu (13/11/10). Dalam pertarungan berdurasi 2 jam 49 menit tersebut, Soderling menyelamatkan tiga match point untuk membungkam Llodra dengan 6-7 (0-7), 7-5, 7-6 (8-6).
Dengan demikian, petenis Swedia tersebut menghentikan rangkaian kejutan Llodra, sebagai pembunuh para raksasa tenis di turnamen ini. Selanjutnya, unggulan keempat tersebut menunggu pemenang antara unggulan utama Roger Federer atau unggulan 12 dari Perancis, Gael Monfils, untuk memperebutkan gelar juara.
Seperti biasa, Llodra, yang sebelumnya menyingkirkan juara bertahan sekaligus unggulan kedua, Novak Djokovic, serta pemain Rusia Nikolay Davydenko, bermain agresif. Serve and volley yang menjadi senjata andalan, begitu juga dengan chip and charge yang kerab diperagakan, membuat Soderling terus berada di dalam tekanan. Beruntung, saat tiebreak di set penentuan Soderling tampil lebih sempurna dengan melakukan pengembalian servis yang menyulitkan, sehingga dia berhasil meraih tiket ke final.
Pada set pertama, kedua pemain tak pernah kehilangan poin saat memegang servis, sehingga berlanjut hingga tiebreak. Di sini (tiebreak), Llodra tampil sangat meyakinkan karena unggul 7-0, untuk memenangi set pembuka.
Di set kedua, tampaknya mereka akan kembali memainkan tiebreak. Tetapi Soderling memanfaatkan kesempatan emas yang dimiliki ketika berhasil melakukan break di game ke-11 untuk memimpin 6-5, dan mengakhiri set kedua dengan 7-5, untuk menyamakan skor.
Pada set penentuan, Soderling mengawalinya dengan sangat bagus karena langsung mem-break game pertama, sehingga dua kali finalis Grand Slam Perancis Terbuka ini terus memimpin hingga kedudukan 4-3. Tetapi di game kedelapan, giliran Llodra yang melakukan break, sehingga duel kembali berlangsung ketat hingga terjadi tiebreak, yang akhirnya dimenangkan Soderling.
Duel ini juga menjadi adu ace, karena Llodra membuat total 25 ace, sedangkan Soderling 18. Statistik lain menunjukkan, Llodra melakukan 7 double fault, 59 winner dan 39 unforced error, sedangkan Soderling 5 double fault, 50 winner dan 30 unforced error.
Atas hasil ini, Soderling memperbaiki rekor pertemuannya dengan Llodra menjadi 1-2. Sebelumnya, Soderling dikalahkan lawannya yang berusia 30 tahun tersebut pada ABN AMRO Championship (Februari 2008) dan Open 13 (Februari 2010).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang